Hargo.co.id, GORONTALO – Kelangkaan minyak goreng di tanah air, membuat pemerintah tak habis pikir untuk mencari jalan keluarnya. Baik Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota. Betapa tidak, masyarakat resah dengan hal ini.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Boalemo, Hasan Makuta mengatakan, kelangkaan minyak goreng bukan hanya di Gorontalo. Tapi di seluruh Indonesia berdasarkan laporan yang diterima pihaknya.
Olehnya kata Hasan Makuta, dalam waktu dekat ini pula, Perindagkop Boalemo seperti halnya Perindagkop di Daerah lain, bakal melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di beberapa tempat-tempat jualan. Seperti pada minimarket Indomaret dan Alfamart, serta pula di pasar-pasar besar.
Hal ini menurutnya, guna mengantisipasi hal-hal yang merugikan masyarakat. Jangan sampai kelangkaan terjadi, lantaran ada permainan distributor atau pun oknum-oknum tertentu di sana yang memanfaatkan situasi. Sebab tidak lama lagi masyarakat menghadapi Ramadan.
“Ada beberapa faktor yang kita duga menjadi penyebab kelangkaan minyak goreng ini. Makanya kita akan melakukan sidak, dan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Aparat Penegak Hukum (APH). Jangan sampai di Daerah kita ini juga ada penimbunan,”kata Hasan Makuta kepada Hargo.co.id, Senin, (21/02/2022).
Sebelumnya, ia sebutkan, dalam waktu dekat ini Perindagkop Boalemo, bakal menggelar pasar murah yang akan di backup langsung oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, melalui Dinas terkait. Tujuannya, tak lain guna memenuhi kebutuhan pokok pangan masyarakat.
Pasar ini nanti lanjut Hasan Makuta, akan menyiapkan 9 bahan pokok pangan masyarakat, termasuk minyak goreng. Dan dalam waktu dekat ini katanya, akan tiba minyak goreng dari luar Daerah sekitar 317 ribu liter, yang akan langsung disebar di seluruh Provinsi Gorontalo.
“Informasi dari pak Kadis Kumperindag Provinsi Gorontalo, untuk Gorontalo mendapat jatah sebesar 948.000 liter dari Pemerintah Pusat. Sesuai Surat Edaran Mendag No. 6 Tahun 2022 Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni kemasan premium Rp14.000, kemasan sederhana Rp13.500 dan curah Rp 11.500,”ungkapnya.
Dikatakan Hasan Makuta, di satu sisi juga Gubernur Gorontalo Rusli Habibie juga meminta, distribusi minyak goreng dapat terus dikawal hingga ke konsumen. Orang nomor satu di Provinsi Gorontalo itu mengingatkan pemantauan di tingkat distributor agar dimaksimalkan, guna menekan kelangkaan minyak goreng.
“Olehnya kami akan bergerak bersama, mengawal hingga ke masyarakat dengan melibatkan para pihak terkait. Saya harap masyarakat tetap bersabar menunggu realisasinya. Kami Dinas Perindagkop seluruh Indonesia juga intens saling tukar informasi (koordinasi) menyikapi kelangkaan minyak goreng ini,” kuncinya. (***)
Penulis : Abdul Majid Rahman
