Kemenangan Trump itu membawa korban. Jeb Bush yang hanya meraih 7,8 persen suara akhirnya bersikap realistis, mengundurkan diri. Selama primary berlangsung, putra mantan presiden George H.W.
Bush itu memang tidak terlalu bersinar. Suara yang dia dapat selalu minim. Padahal, sebelum primary pertama, Jeb Bush selalu menduduki peringkat atas dalam berbagai poling.
’’Malam ini saya menghentikan kampanye saya. Saya bangga atas kampanye yang telah kita lakukan untuk menyatukan negara kita,’’ ujar Jeb Bush sambil menitikkan air mata. Jeb Bush tidak bisa mengulangi kesuksesan ayahnya dan saudara lelakinya, George W. Bush Junior, yang berhasil menjadi orang nomor satu di AS.
Kekalahan di South Carolina itu juga merupakan pukulan telak. Sebab, selama ini ayah maupun saudara lelakinya selalu berjaya di negara bagian yang memiliki nama lain Palmetto tersebut.Terlebih, dia kalah oleh Trump yang selama kampanye selalu mengolok-oloknya dan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh duo Bush sebelumnya.
