Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jembatan Udzur Amblas, Bulota-Maluhu Terancam Terisolir

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 4 September 2017 | 12:10 Tag: , , , ,
  

Hargo.co.id Gorontalo – Mungkin faktor umur jembatan yang ada di Kelurahan Bulota, Limboto, Kabupaten Gorontalo, amblas, kemarin, Ahad (3/9). Akibatnya, empat wilayah kelurahan dan desa terancam terisolir.

Itu masing-masing Kelurahan Bulota dan Malahu, dan Desa Dulamayo Selatan Kecamatan Telaga dan Dulamayo Utara Kecamatan Telaga Biru. Meski ada jalan alternatif, namun sangat jauh dengan medan terjal.

Dari Pantauan Gorontalo Post, jebolnya jembatan yang berada di Lingkungan II tersebut sebelumnya memang sudah sangat dikhawatirkan warga sekitar.

Pasalnya, beban muatan truk pengangkut bahan material yang sudah melampaui batas maksimum yang sering lalu lalang sehingga bisa mengakibatkan jembatan tersebut jebol.

Tak hanya jembatan, warga juga sebelumnya sudah melakukan pemblokiran terhadap truk-truk yang sering menghiasi jalan di Kelurahan Bulota ini karena dianggap bisa merusak aspal jalan.

Sebelumnya, warga setempat dan pihak kontraktor yang mengambil material di wilayah tersebut bersepakat untuk mengambil jalur lain. Namun lagi-lagi kesepakatan tersebut seolah hanya “panas-panas tahi ayam” saja yang hanya dilakukan di awal.

Bahkan, hingga jebolnya jembatan, masih ada saja truk yang hendak melewati jalanan tersebut.

Alhasil, kemarin, jembatan tersebut akhirnya amblias dan sama sekali tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

Warga juga memprediksi bahwa tak lama lagi jembatan tersebut bakal ambruk total. Meski diakui warga ada jalan alternatif, namun jalan yang dimaksud cukup jauh dan terjal agar bisa sampai ke pusat ibukota.

Mohamad, salah satu warga menuturkan bahwa pernah beberapa waktu lalu mereka menghadang truk-truk pengangkut material tersebut hingga persoalan tersebut dilaporkan kepada pemerintah. “Hasil kesepakatan, truk-truk itu bisa ambil jalan lain, tapi sekarang debo ti pak lihat denga mata kapala sandiri kan dorang masih lewat sini dengan beban muatan yang ta lewat-lewat,” ungkap warga dengan sebutan Pak Guru tersebut.

Abdullahab Jamadi Kepala Lingkungan II saat ditemui di lokasi jebolnya jembatan tersebut juga mengatakan bahwa masyarakat sangat berharap agar kiranya pemerintah Kabupaten bisa dengan cepat merespon kejadian tersebut.

“Saya harap cepat segera diperbaiki sehingga masyarakat bisa segera beraktivitas kembali tanpa ada hambatan,” ujar Abdul. Hingga saat ini jebolnya jembatan tersebut, hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja.(tr-56/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar