Hargo.co.id – Kelurahan Kayumerah, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Gorontalo. Selain dilintasi aliran sungai Biyonga, Kayumerah juga menjadi penopang oksigen untuk Provinsi Gorontalo.
Namun belakangan fungsi penting yang dimiliki tersebut mulai berkurang. Hal itu menyusul makin berkurangnya pohon pelindung di wilayah Kelurahan Kayumerah.
Menyikapi fenomena tersebut, gerakan masyarakat Kambungu Beresi (Kampung Bersih) berupaya mengembalikan kembali Kayumerah sebagai ‘paru-paru’ Gorontalo. Langkah itu sebagaimana dilakukan, Minggu (13/3) dengan melakukan penanaman pohon di lapangan Kayumerah.
Gerakan penanaman pohon tersebut dilakukan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim bersama Direktur Utama Gorontalo Post Moh.Sirham, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Hadijah Thayeb, Ketua Gerakan Kambungi Beresi Dahlan Usman, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo serta masyarakat umum.
Menariknya, pohon yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan semata, tetapi juga bisa bermanfaat untuk masayrakat. Adapun pohon yang ditanam berupa pohon mangga, nangka serta matoa.
Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengemukakan, kambungu beresi merupakan gerakan yang positif dalam rangka menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan.
“Jika punya kesadaran dari diri sendiri dimulai dari lingkungan rumah yang bekerjasama dengan PKK tentunya kegiatan penghijauan dan menjaga kebersihan lingkungan ini bisa diwujudkan,” kata Idris Rahim.
Karena itu Idris Rahim berharap, kegiatan ini bukan saja dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo tetapi juga dilakukan oleh kabupaten/kota lainnya.
Sementara itu Dirut Gorontalo Post Moh.Sirham menyampaikan, Kelurahan Kayumerah memiliki catatan penting berkaitan lingkungan hidup di Provinsi Gorontalo. Yakni saat orde baru ketika Program Penghijauan Nasional (PPN) yang dihadiri oleh Presiden RI Soeharto. “Di sepanjang jalan Kayumerah dahulu merupakan jalur penghijauan dan dilalui oleh Presiden Soeharto,†kata Moh.Sirham.
Lebih lanjut Moh.Sirham mengemukakan, Kayumerah sebagai jalur penghijauan harus digalakkan kembali melalui revolusi hijau. “Daerah ini kita poles agar terlihat cantik dengan banyaknya penghijauan dan terjaga kebersihan lingkungannya,†tutur Moh.Sirham.
Di sisi lain, Moh.Sirham juga berharap, sampah tidak hanya sampai di tempat pembuangan semata. Tetapi bagaimana mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Mulai dari pupuk hingga kerajinan kreasi.
Ketua Gerakan Kambungu Beresi, Dahlan Usman menjelaskan, ide Gerakan Kambungu Beresi adalah membangun partisipasi masyarakat untuk mengantisipasi merebaknya penyakit-penyakit endemik seperti halnya Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah yang terjadi beberapa waktu lalu di Provinsi Gorontalo.
“Satu hal yang patut kita sadari, apapun upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menangani penyakit endemik tersebut, hanya akan optimal jika direspon oleh masyarakat dengan munculnya kesadaran partisipatif menjaga kebersihan lingkungan,†kata Dahlan.
Kedepan, gerakan partisipatif yang dimulai di Limboto ini, akan dikembangkan dan diduplikasi di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo bahkan se Provinsi Gorontalo. Dalam pelaksanaan Gerakan Kambungu Beresi, tidak hanya sebatas diisi dengan kegiatan bersih-bersih kampung, tetapi juga diintegrasikan dengan kegiatan sosial lainnya seperti aksi donor darah. (wie/hargo)
