Hargo.co.id, GORONTALO – Aliansi Masyarakat Peduli Daerah (AMPD), juga menyorot perjalanan dinas Penjabat Bupati (Penjabup) Boalemo, Hendriwan ke luar Daerah. Ini timbul buntut dari kekecewaan mereka yang tak menemui Penjabup, saat unjuk rasa pada Selasa, 31/05/2022, di Kantor Bupati Boalemo.
Koordinator AMPD Kamarudin Kasim, berkata, seharusnya Penjabup yang dilantik pada 22 Mei 2022 dua Pekan lalu itu, belum melakukan perjalanan dinas keluar Daerah manapun. Apalagi kalau hanya untuk alasan menerima piagam penghargaan. Jika demikian, sebaiknya mengutus saja Dinas terkait sebagai perwakilan Pemerintah Daerah.
“Kok terkesan suka-sukanya Pak Penjabup keluar daerah, padahal masih baru menjabat. Beliau ini seharusnya paham dengan kondisi di daerah kita yang lagi minim APBD. Beliau harus jadi teladan bagi OPD-OPD untuk mengurangi atau meminimalisir perjalanan dinas, mengingat kondisi keuangan daerah kita kecil,” kata Kamarudin Kasim.
Boleh-boleh saja menurutnya, apabila perjalanan dinas yang dilakukan untuk sebuah hal urgen, guna kemaslahatan rakyat Boalemo. Namun cukup disayangkan apabila perjalanan dinas yang dilakukan hanya bersifat seremonial.
“Kami curiga jangan sampai Pak Penjabup ini hanya jalan-jalan ke luar daerah,” kesalnya.
Dikatakan Kamarudin Kasim, ada banyak persoalan daerah yang harus diketahui oleh Penjabup. Sehingga, ia pun berharap Penjabup pilihan Mendagri-RI ini, bisa menyesuaikan diri dan menuntaskannya. Termasuk perihal pencegahan korupsi.
“Selain terkait korupsi dan beasiswa yang menjadi aspirasi kami pada aksi kali ini, suara masyarakat Wonosari juga tolong ditindaklanjuti, yakni mengenai limbah sawit dan lainnya,”imbuhnya.
Sementara itu, Sekda Boalemo Sherman Moridu yang menerima aksi massa tersebut mengungkapkan, jika Penjabup sedang melaksanakan tugas daerah di Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam rangka menghadiri penyerahan piagam penghargaan dari Kemenkes-RI, yang mana Boalemo masuk Kabupaten Eliminasi Malaria. (***)
Penulis : Abdul Majid Rahman
