Hargo.co.id, PALU – Mata seorang perempuan berkacamata, terus memandang ke arah Hotel Roa-roa Palu yang hancur, Rabu (3/10) kemarin. Nampak gelisah. Matanya berkaca-kaca. Sesekali ia mengelap keringatnya dengan tisu, tapi tatapanya tetap tersorot pada alat berat yang terus mengeruk reruntuhan gedung.
Ia juga memperhatikan betul pasukan berseragam orange yang menyisir satu per satu puing reruntuhan gedung, mencari korban dibalik beton-beton yang hancur itu. Dengan harapan, ada korban yang dibawa keluar dari balik puing-puing beton.
Rabu (03/10/2018), merupakan hari kelima perempuan yang akrab disapa Ci Nona itu berada di lokasi runtuhnya Hotel Roa-roa. Setiap pagi hingga malam hari, Ci Nona berada di tempat itu.
Perempuan bernama asli Debby Wangsa ini, sedang menanti kabar dari suaminya Agus Eko Suhartono. Seorang pengusaha restoran di Kota Gorontalo yang diduga menjadi korban keganasan gempa 7,4 Skala Richter yang mempor-porandakan Palu.
Memang, saat gempa dahysat itu terjadi, Ko Agus sapaan Agus Eko Suhartono sedang menginap di hotel bekonstruksi 8 lantai itu. Yang ditemukan baru mobil ford DB 8360 LA punya Ko Agus yang terpakir di parkiran hotel.
Kondisinya remuk total. Kendati sudah lima hari belum ada kabar, Ci Nona tetap optimis, suaminya yang merupakan owner restoran Mawar Sharon Gorontalo dan Saung Telaga itu, bisa bertahan hidup dari balik reruntuhan Hotel Roa Roa.
“Yang pasti suami saya selamat,kami yakin itu. Kami disini terus menanti dan berdoa,” ujar Ci Nona, kepada Gorontalo Post yang menemuinya di lokasi Hotel Roa Roa, kemarin.
Perempuan dua orang anak ini begitu optimis suaminya masih hidup dan bisa ditemukan. Makanya sejak mendengar kabar Palu gempa dan Hotel Roa-roa runtuh, seketika ia berangkat ke Palu dari Gorontalo. Warga Kelurahan Ipilo, Kota Timur, Gorontalo ini menceritakan, bahwa 3 jam sebelum kejadian, suaminya masih sempat menelefon untuk memberi kabar tentang keberadaanya di Palu.
“Dia (Ko Agus) bilang kalau dia ada urusan kerjaan di Palu. Tapi dia belum bilang dimana lokasi penginapannya. Nanti pas insiden gempa, kita dapat info bahwa Hotel roa-roa tempat ia menginap roboh,” ujar Ci Nona.

Bersama anak beserta keluarga lainnya, ia selalu datang menyaksikan proses evakuasi, sambil menaruh harapan tinggi bila suaminya itu masih hidup.
 “Kami tiap pagi sampe malam, untuk menanti suami saya dalam keadaan hidup. Semoga kita masih bisa berkumpul bersama anak-anak, pulang ke Gorontalo nanti,” ucap Ci Nona penuh harap.
Sayang, hingga Rabu (3/10) petang kemarin, sosok suaminya belum ditemukan. Pencarian dan evaluasi baru akan dilanjutkan hari ini. informasi yang dirangkum Gorontalo Post (Hargo.co.id), hingga kemarin, sudah ada 20 warga yang dievakuasi dari reruntuhan hotel yang beralamat di Jalan Patimura, Palu itu.
Sebagian selamat, tapi lebih banyak yang wafat. Termasuk para atlit paralayang asal Manado dan Korea. Dari catatan manajemen hotel, terdapat 76 kamar dari 80 kamar yang sedang terisi. Sementara korban yang ditemukan, belum separuh. (tr58/gp/hg)
