Hargo.co.id, GORONTALO – Longsor di area pertambangan emas tanpa izin (PETI) menyebabkan 8 penambang meninggal dunia dan 19 lainnya luka.
Kejadian tersebut tepatnya berada di lokasi Super Busa, Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara.
Bahkan, diperkirakan ada 60 hingga 80 penambang yang terjebak dalam lubang PETI. Proses pertolongan dan evakuasi terus dilakukan aparat gabungan.
Mereka bekerja full time, satu kali 24 jam.
Sampai dengan Rabu (27/2) malam, sudah puluhan penambang dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Popundayan Kota Kotamobagu. Lokasi PETI yang ambruk dekat areal kontrak karya PT J-Resource Bolaang Mongondow (JRBM). Puluhan penambang di dalam lubang tertimbun material tanah longsor.
Diperkirakan masih ada yang hidup dan meminta pertolongan dari dalam gua. Dilansir grid.id, saat itu, diperkirakan puluhan penambang berada di dalam lubang untuk mengambil material mengandung emas.
Mereka menggali menggunakan linggis (cara manual). Dinding lubang ambruk dan menimpa penambang. Lokasi itu sejak tahun 2018 dijadikan penambang sekitar untuk mengambil material emas secara ilegal.
Penambang di luar lubang langsung menghubungi warga lainnya. Mereka melakukan evakuasi dengan menggunakan alat seadanya.
Polres Kotamobagu sedang memeriksa beberapa saksi terkait longsor PETI. Anas Sutyo Nugroho (24), penambang asal Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag, Bolmong yang selamat dari kejadian itu mengatakan, ada tiang penyangga yang patah.
“Saat ia dan temannya bernama Mardianto Singosari sedang melakukan penggalian lubang di kedalaman 20 meter tiba-tiba tiang penyangga lubang itu patah,” ujar Kasubag Humas Polres Kotamobagu, AKP Rusdin Zima.
Material longsor menimbun lubang. “Diperkirakan masih ada puluhan orang penambang lainnya di dalam lubang, belum tahu keberadaannya,” ujar Rusdin. Deni Mamonto (38), penambang asal Desa Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kotamobagu selamat dalam musibah itu.
Ceritanya Selasa pukul 19.00, Deni bersama lima rekannya masuk ke lubang hingga 10 meter. Dari lima orang hanya dia bersama satu rekannya yang selamat. Kata dia, awalnya biasa saja, ratusan orang beraktivitas memukul bebatuan mencari material emas.
