Hargo.co.id – Pertemuan kedua Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un sudah di depan mata. Menjelang momentum penting itu, Pyongyang menegaskan tidak ingin pulang dari Vietnam dengan tangan hampa.
Korut tidak ingin Trump hanya mengumbar janji seperti dalam pertemuan perdana di Singapura tahun lalu. â€Jika pertemuan pekan ini berakhir tanpa hasil, rakyat AS tidak akan pernah bisa menghindari ancaman keamanan yang membuat mereka panik.†Demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah sebagaimana dilansir KCNA.
Kemarin pagi (24/2) Jong-un dan rombongannya bertolak ke Hanoi. Putra mendiang Kim Jong-il itu menumpang kereta api kepresidenan. Diperkirakan, perjalanan dari Korut ke Vietnam membutuhkan waktu sekitar 2,5 hari. Mereka akan tiba di Ibu Kota Vietnam tepat di hari pertemuan pada 27 Februari. Rencananya pertemuan berlangsung dua hari.
![]()
Pertemuan kedua Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un sudah di depan mata (Reuters)
Dalam rombongan, Kim mengajak adik perempuannya, Kim Yo Jong. Dia juga ditemani para pejabat senior Korut. Terutama, mereka yang ikut dalam pertemuan pertama. Di antaranya, Kim Yong Chol (mantan kepala intelijen), Ri Su Yong (ajudan senior partai), Menlu Ri Yong Ho, dan Menhan No Kwang Chol. Beberapa pejabat penting lainnya sudah lebih dulu tiba dengan pesawat.
Wajar jika Korut merasa dicurangi. Pascapertemuan 12 Juni lalu, Pyongyang langsung menghancurkan beberapa fasilitas nuklir. Mereka juga tak lagi melakukan uji coba nuklir. Harapannya, tentu saja AS melonggarkan sanksi ekonominya. Namun, AS tidak berbuat apa pun.
Shin Beom Chul, pengamat senior Asan Institute for Policy Studies, optimistis Trump dan Jong-un akan berusaha keras menghasilkan sesuatu dalam pertemuan nanti. Hasil itu akan direalisasikan secara bertahap. â€Mereka tidak akan membuat kesepakatan yang bisa menghancurkan arus diplomasi saat ini,†ujar Shim seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, Vietnam memperketat penjagaan di berbagai area. Beberapa restoran juga membuat menu khusus untuk menyambut momentum yang tak biasa tersebut. Chef Colin Lilly, misalnya. Dia membuat burger dengan nama Durty Donald dan Kim Jong Yum.(jpc/hg)
