Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KPK Bantah Kebut Penyidikan Kasus Fredrich untuk Gugurkan Praperadilan

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Rabu, 24 Januari 2018 | 07:02 Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap memanggil tersangka Fredrich Yunadi dalam sepekan ini. Pemeriksaan terkait kasus dugaan merintangi penyidikan ini dilakukan dalam seminggu terakhir bisa hingga empat atau lima kali.

Tentu, ini mencuatkan tanda tanya. Apa KPK sedang berusaha mempercepat penyidikan, kemudian melimpahkan berkas perkaranya ke pengadilan agar segera disidangkan. Sehingga praperadilan Fredrich yang akan digelar pada (12/02) akan gugur secara hukum.

Menanggapi adanya hal ini, juru bicara KPK Febri Diansyah membantah perihal tudingan miring tersebut. Dia mengatakan, penyidik tidak perlu tergesa-gesa. Karena, bila kekuatan bukti kuat, maka saat persidangan, nantinya bisa solid.

Fredrich Yunadi

Infografis pengacara terjerat kasus hukum (Koko/JawaPos.com)

“Saya kira tidak perlu mengejar. Tidak perlu terburu-buru. Kalau memang sudah (rampung), maka kekuatan bukti bisa disidangkan,” jelasnya pada Selasa (23/01).

Saat ini kata Febri, penyidik masih fokus melengkapi bukti-bukti yang ada. Oleh karena itu, jika berkasnya sudah lengkap, maka pasti akan diinformasikan kepada publik.

“Termasuk SN (Setya Novanto) tadi kita panggil sebagai saksi untuk pelengkapan berkasa perkara FY,” ucapnya.

Menurut Febri, jika melihat kasus dengan sangkaan Pasal 21 UU Tipikor (kasus merintangi penyidikan), memang tidak membutuhkan waktu lama untuk memprosesnya. Karena, rentang waktu tidak terlalu jauh dengan kasus pokoknya.

“Tentu, kami harus tetap hati-tai untuk semuanya, yang pasti, bila sudah lengkap maka akan diproses,” tukasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya penyidik KPK menangkap advokat Fredrich Yunadi, Jumat (12/1) malam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Fredrich diamankan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. U‎paya hukum itu dilakukan demi kepentingan penyidikan. ‎Saat diamankan, tak ada perlawanan berarti dari Fredrich.

Penangkapan itu dilakukan lantaran Fredrich mangkir dalam pemeriksaan yang dilayangkan penyidik KPK. ‎Seharusnya, mantan‎ pengacara Setya Novanto itu menjalani pemeriksaan tersangka atas kasus merintangi penyidikan e-KTP. Namun, dia tidak hadir dengan dalih tengah proses etik di Dewan Kehormatan Peradi. ‎

KPK sebelumnya telah menetapkan Fredrich dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH), Bimanesh Sutardjo sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Keduanya diduga memanipulasi data medis agar Setya Novanto lolos dari pemeriksaan KPK. Fredrich bahkan disebut memesan satu lantai kamar VIP di RS Medika Permata Hijau sebelum Setya Novanto kecelakaan.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎

(ipp/JPC)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar