Sesaat setelah kejadian pengeroyokan yang berujung penikaman terhadap Bripda Muhammad Kurniawan, Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Rustam Gani berusaha menenangkan para napi.
Ia meminta para napi tetap berada di dalam blok tahanan dan tidak membuat kekacauan. Awalnya situasi sempat mereda. Namun dikala sedang dilakuan negosiasi, entah dari mana para napi mendapat kabar bakal ada serangan balik dari pihak Kepolisian. Informasi itu lantas menyulut emosi para napi.
Mereka keluar dari blok tahanan dan berkumpul di halaman dalam lapas. Petugas sipir yang berusaha menenangkan para napi tak mampu berbuat banyak. Malah para napi mulai menerobos pos penjagaan. Dalam hitungan menit, situasi di dalam lapas mulai kacau.
Petugas sipir memutuskan untuk mundur dan mengunci pintu gerbang (porter) agar para napi tak keluar. Sekitar pukul 20.30 wita, 400 personel Kepolisian dari gabungan Polres Gorontalo Kota, Polres Gorontalo, Polres Bone Bolango dan Polda Gorontalo diterjunkan ke lokasi.
Kedatangan personel Kepolisian itu makin memicu kerusuhan di dalam Lapas. Para napi terus berteriak-teriak dan melempari petugas dengan batu dari dalam lapas.
