Lapas Gorontalo Ricuh, Begini Ulasannya …

×

Lapas Gorontalo Ricuh, Begini Ulasannya …

Share this article
Anggota Polisi dari Satuan Brimob Polda Gorontalo berusaha mendesak para napi dengan cara menakut-nakuti para napi agar mundur dan menyerah. Hal ini dilakukan karena, napi mulai mencoba melakukan pembakaran di dalam lapas Kota Gorontalo. (Natha/Gorontalo Post)

Bersamaan dengan itu tim Brimob Polda Gorontalo tiba di lokasi. Ketegangan makin memuncak. Petugas mulai merengsek masuk. Mereka berusaha naik ke pos penjagaan yang terdapat di empat sudut lapas Gorontalo. Begitu tiba di atas pos penjagaan, petugas langsung melayangkan tembakan peluru hampa sebagai peringatan.

Cara itu rupanya cukup ampuh. Kumpulan napi langsung mundur dan berlindung di dalam blok tahanan. Apalagi aksi anggota Polisi yang mulai masuk disertai letupan tembakan membuat sebagian napi, terutama kaum perempuan histeris.

Akan tetapi, hal itu malah memicu anggota Kepolisian untuk terus merengsek masuk. Bahkan mereka berusaha menjebol pintu darurat lapas yang bagian samping kanan Lapas. Untungnya aksi itu tak berlanjut. Kapolda Gorontalo Brigjen Pol.Drs.Hengkie Kaluara langsung turun dan menarik pasukan untuk mundur.

Bahkan Kapolres Gorontalo Kota AKBP Rony Yulianto ikut menarik petugas yang sudah masuk ke pos satu dalam lapas. Sesaat setelah personel Kepolisian ditarik mundur, situasi dalam lapas berangsur-angsur tenang.

Saat itu Kapolda Brigjen Pol.Hengkie Kaluara bersama Kepala Lapas Pohuwato Rusdedi melakukan negosiasi. Dari hasil negosiasi itu, Edi Nurkamidin akhirnya menyerahkan diri dan kemudian dibawa ke Markas Brimob Gorontalo.(tr-45/tr-49/hargo)