Lapas Gorontalo Ricuh, Begini Ulasannya …

×

Lapas Gorontalo Ricuh, Begini Ulasannya …

Share this article
Anggota Polisi dari Satuan Brimob Polda Gorontalo berusaha mendesak para napi dengan cara menakut-nakuti para napi agar mundur dan menyerah. Hal ini dilakukan karena, napi mulai mencoba melakukan pembakaran di dalam lapas Kota Gorontalo. (Natha/Gorontalo Post)

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Rony Yulianto yang turun langsung ke lokasi berusaha menenangkan para napi. Dari depan pintu gerbang utama, Rony terus mengimbau agar para napi kembali ke blok tahanan. Tapi imbauan itu tak digubris. Lemparan batu dari dalam lapas terus terjadi. Bahkan disertai lemparan bom Molotov hingga panah wayer.

Melihat situasi yang sudah makin tak terkendali, petugas Kepolisian menembakkan gas air mata. Tujuannya untuk memecah konsentrasi massa. Pasca ditembakkan gas air mata, suasana dalam lapas kembali tenang. Namun, hanya beberapa saat setelah tembakan gas air mata, para napi kembali lagi melempari petugas. Sontak hal itu membuat petugas langsung menyebar dan mengepung seluruh areal lapas.

Sesekali petugas menembakkan kembali gas air mata ke dalam lapas. Dan lagi-lagi tembakan gas air mata itu dibalas dengan lemparan batu, bom molotov bertubi-tubi. Hingga Rabu (1/6) dini hari pukul 01.50 wita, Kalapas Pohuwato Rusdedy bersama mantan Kalapas Gorontalo Fernando Kloer berusaha bernegosiasi dengan para napi.

Keduanya sempat masuk ke dalam lapas. Dalam negosiasi, para napi meminta petugas Kepolisian untuk meninggalkan lokasi. Kemudian, salah seorang terpidana kasus pembunuhan bernama Isal yang ditahan di Lapas Boalemo dipindahkan ke Lapas Gorontalo.Â