Hargo.co.id, GORONTALO – Kabar hilangnya Naveea Askadina Thalitha Bandha mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Gorontalo, Marten Taha. Dirinya langsung mengeluarkan enam maklumat meminta sejumlah OPD dilingkungan Pemerintah Kota Gorontalo untuk konsen pada kasus hilangnya bocah berusia 4 tahun tersebut.
Dalam Maklumatnya, Walikota Gorontalo meminta Diknas untuk meningkatkan kewaspadaan di tiap sekolah, memastikan peserta didik untuk bisa nyaman dan aman baik datang ke sekolah dan pulang ke rumah. Terus berkoordinasi dengan orang tua siswa.
Dirinya juga meminta agar Kesbangpol menurunkan tim khusus untuk melacak dan memantau kondisi keamanan kota termasuk berkoordinasi dg pihak berwajib.
“Meminta Dinas Kominfo untuk membentuk tim untuk melacak dan mendata seluruh CCTV milik swasta dan pribadi di Kota Gorontalo serta menganalisis semua aktivitas yang mencurigakan,” tulis Marten Taha dalam Maklumatnya, Jumat (5/5/2023).
Selanjutnya, Walikota meminta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak utk memberikan pendampingan dari tenaga ahli psikologi bagi keluarga korban dan memastikan seluruh anak di Kota Gorontalo terdata dan aman.
Walikota Gorontalo juga meminta Sekda untuk menjadikan Command Center Pemkot Gorontalo sebagai pusat komando pencarian korban.
Selanjutnya, Marten mengarahkan camat, lurah, ketua RW, ketua RT untuk meningkatkan kewaspadaan. Mencatat dan mendata seluruh orang yang masuk dalam lingkungan yang terkesan mencurigakan.
Kemudian, mewajibkan semua lurah, ketua RW dan RT untuk membuat jadwal jam malam dan pendataan seluruh tamu di lingkungannya serta memastikan tidak mengganggu kenyamanan warga.
“Artinya ini early warning system bukan saja untuk kasus ini, tapi antisipasi keamanan kota jangka panjang. Konsekuensi kemajuan Kota adalah pertumbuhan angka kriminalitas. Tugas saya adalah menjamin keamanan dan kenyamanan warga,” tulis Marten Taha di akhir maklumatnya.(*)
Penulis: Nazlia Busra/ Mahasiswa Magang UNG

