Masih ada artefaknya, terutama di 10 pesisir dari Aceh, Batam, Belitung, Palembang, Jakarta, Cirebon, Semarang, Tuban, Surabaya dan Bali, sekitar tahun 1371 – 1435.
Poin ketiga, kelanjutan kesepakatan UN-WTO dengan Kemenpar soal kerjasama observatory. Tiga kawasan destinasi yang akan diobservasi, dengan pendekatan Sustainable Tourism Development (STD) oleh UN-WTO didampingi perguruan tinggi nasional yang melihat kaitan antara community, destinastion, dan sustainability.
Lokasinya, Pangandaran dengan tim ITB Bandung, Kulonprogo Jogja dengan UGM, dan Mandalika dengan Universitas Mataram. “Poin ketiga ini akan kami launching pada saat PATA Fair 2016 di Jakarta, September 2016,†paparnya.
Tiga poin tantangan itu, langsung dijawab oleh Menpar Arief Yahya. Karena itu, pertemuan 45 menit di up level booth Wonderful Indonesia itu sangat efektif. “Senang bertemu dengan menteri yang berpandangan global,†puji Taleb Rifai. (bin/hargo)
