Meta kognisi pada “N” terasa sebagai apa yang pernah saya curi dengar dalam suatu perbincangan di sebut “global etic”. Sepertinya inilah one inchi punch jurus Kungfu Ip Man dan Bruce Lee yang lebih eksponensial ketimbang linearitas Jeet Kune Do?JKD dan atau shao Lin pada semesta kekaderan yang over style (maaf).
Itulah historioritas panggung belakang yang ter ragakan pada “N” dan atau di ucapkan kembali oleh para penoton dengan terma persona. Kita tidak akan bisa mengalami mysterium tremendum yang memadai (“taa strom: Enen?, 23.43 wita: 10/5/023) dalam praktika insan cita sebagai bagian dari mission sacre ke-HMI-an jika masih tergari dengan “kuota etis” (the tyrani of the vested interest? – cak Nur)
Tak se romantis J.E. Tatenkeng yang berucap: “Satu-satunya perasaan yang kurasakan hanya dapat ku katakan kepadamu, yang turut/pernah merasakan”. Meski agak terlambat, saya ingin persembahkan ekspresi ini se adanya untuk kak Yoyo saat tiba di Athens – Amerika, juga kepada kak Ipoel di hari istimewa nya: panjang umur, sehat dan berkah selalu.
