Kamis, 7 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



OJK Diminta Dalami Kasus Sistem Error Bank Mandiri

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Minggu, 4 Agustus 2019 | 03:00 Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Sistem eror yang terjadi di Bank Mandiri, beberapa waktu lalu, harus disikapi serius. Otoritas perbankan perlu melakukan penyelidikan kalau perlu memberikan sanksi tegas terhadap Bank Mandiri bila terbukti lalai.

Pengamat Keuangan Achmad Deni Daruri mengatakan, pihak otoritas perbankan perlu melakukan penyelidikan terhadap sistem IT Bank Mandiri lantaran sudah jelas nasabah yang dirugikan sebagai dampak adanya eror di sitem IT bank pelat merah itu.

“Bisa saja yang bermasalah itu software, hardware atau SDM-nya. Saya kira, pihak otoritas perlu menindak tegas. Ini menyangkut hak konsumen. Bahwa kepentingan konsumen harus dilindungi,” papar Deni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/8).

Presdir Center of Banking Crisis (CBC) ini, berpendapat, minimal ada dua hal yang bisa dicermati dari IT eror di Bank Mandiri. Pertama, ada masalah di sistem pembayaran mikro.

“Kedua, ini yang cukup substansi karena menyangkut perlindungan terhadap nasabah,” ujarnya .

Ia menjelaskan, sistem pembayaran mikro pada perbankan, ibarat aliran darah. Jika ada Dalam hal ini, dia menyarankan, pihak regulator perbankan bersikap. Demi menghindari resiko sistemik pada bank.

“Lakukan evaluasi dan investigasi sistem pembayaran mikro dan beri sanksi administrasi yang tegas demi melahirkan efek jera,” pungkasnya. penyumbatan pada aliran darah bakal menimbulkan beragam penyakit. “Bisa stroke atau bahkan jantung koroner yang cukup membahayakan,” katanya.

Menurut Achmad, akibat bermasalahnya sistem pembayaan mikro di Bank Mandiri, kata Deni, mengakibatkan enam hal. Yakni, data nasabah menjadi tidak lengkap (uncompletenes); data nasabah menjadi tidak jelas keberadaannya (unexistemcy); data nasabah menjajdi tidak akurat (unacuracy); data nasabah menjadi tidak benar nilainya (unvaluation); data nasabah menjadi tidak benar kepemilikannya (unownership); data nasabah menjadi tidak benar penyajiannya (unpresentation).(rmol/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar