Pausnya adalah Bali, Ikan Kecilnya adalah Banyuwangi

×

Pausnya adalah Bali, Ikan Kecilnya adalah Banyuwangi

Share this article
Menpar Arif Yahya. (dok Batam Pos)

Jika kini salah satu pelatihan SDM dari kemenpar digeber di Banyuwangi, itu karena prospek kawasan ini semakin memikat di masa depan. M Yanuarto Bramuda, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, menjelaskan, saat ini sedang dilakukan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan, yang melibatkan komponen-komponen pelaku Pariwisata.

“Ini langkah nyata kami, bersama Kementerian Pariwisata,” jelas Yanuarto yang dipercaya Bupati Abdullah Azwar Anas menjadi Kadispar itu. Pelatihan itu untuk menyuntikkan semangat untuk pejabat daerah dan stakeholder

pariwisata di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi, 17-18 Maret 2016. Ada Pokdarwis, PKL obyek wisata, agen travel, perhotelan, restoran, media dan para stakeholder yang terkait dengan kepariwisataan di Banyuwangi.

Acara yang digelar selama dua hari tersebut, dihadiri empat narasumber sebagai pemateri. Antara lain, M.Y. Bramuda, selaku Kadisbudpar Banyuwangi, Alief Rahman, Kadis Koperasi dan UMKM, Hary Cahyo Purnomo, Kadisperindagtam dan H. Asma’i Hadi, Ketua PHRI Banyuwangi.

“Coba kita sama-sama belajar dari Bali. Sembahyang di Bali saja bisa ‘dijual.’ Bahkan turis pun jadi ikut sembahyang,” kata Yanuarto mencontohkan bagaimana muatan lokal bisa digali menjadi potensi pariwisata. Wisata budaya, event berbasis budaya, menjadi cara yang dipilih Banyuwangi untuk mengangkat potensi daerahnya.

Nah, untuk menuju ke sana, tentu perlu SDM berkualitas. SDM tanggu yang penuh kreasi. SDM yang bisa berinovasi. Pelatihan dasar SDM Kepariwisataan pun digelar. Pelatihan ini melibatkan komponen-komponen dan pelaku-pelaku Pariwisata di Kabupaten Banyuwangi.

Harapannya, Kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini minimal bisa mempertahankan penghargaan dari Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO), Januari 2016 silam. Saat itu Banyuwangi menyabet UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori ”Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola.”

Saat ini, wisata budaya, even berbasis budaya, menjadi cara yang dipilih Banyuwangi untuk mengangkat potensi daerahnya. Daerah, kata Yanuarto, harus dilihat sebagai produk. Layaknya sebuah produk yang digemari konsumen, dan punya pelanggan setia, harus diperkenalkan, dipromosikan, dengan berbagai cara dan kemasan yang unik dan menarik.