“Okupansi hotel di Banyuwangi selalu mencapai 100 persen setiap kali menggelar even , karnival atau pun festival yang mengangkat budaya lokal karena Banyuwangi punya banyak SDM yang kreatif. Virus ini yang kita tebarkan saat pelatihan,†terangnya.
Di akhir acara, Yanuarto ingin semua lini yang terlibat bisa satu frekuensi, menghasilkan terobosan besar, juga sumber inspirasi bagi daerah lain. Di 2016, Yanuarto sudah merancang sekitar 48 even dalam setahun. Banyuwangi harus bisa bergerak maju mengembangkan daerahnya dengan wisata budaya, ecotourism, even menarik baik internal untuk warga maupun eksternal untuk mendapatkan wisatawan domestik dan mancanegara.
“Ini dalam rangka menyambut 20 juta wisatawan mancanegara 2019 mendatang. Kementerian Pariwisata menargetkan sekitar 20 persen dari 20 juta Wisman per tahun. Kami berharap, acara ini dapat menciptakan SDM unggulan yang dapat memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi,” tambahnya. (ndi/hargo)
