Ekonomi

Pedagang Lampu Botol Tradisional Mulai Ramai Jelang Tumbilotohe di Gorontalo

×

Pedagang Lampu Botol Tradisional Mulai Ramai Jelang Tumbilotohe di Gorontalo

Share this article
Pedagang Lampu Botol Tradisional Mulai Ramai Jelang Tumbilotohe di Gorontalo
Lapak lampu botol milik Reni.

Menurut Reni, pembeli biasanya mulai ramai menjelang malam pasang lampu, tepatnya satu hari sebelum pelaksanaan Tumbilotohe.

Berita Terkait:  Bank Raya (AGRO) Tegaskan Optimisme Pertumbuhan Bisnis Digital di Public Expose Live 2026

“Tidak sama dengan tahun-tahun kemarin, karena sekarang sudah banyak yang pakai lampu listrik atau lampu hias. Tapi masih ada juga yang pakai lampu botol seperti ini,” ujarnya.

Selain lampu botol, ia juga menjual sumbu lampu yang dibuat sendiri. Sumbu tersebut dijual seharga Rp10.000 per gantung bagi pembeli yang sudah memiliki botol lampu sendiri.

Berita Terkait:  Brand Celcius Gelar Bazar Diskon Hingga 50 Persen di Citimall Gorontalo

Lapak milik Reni buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 23.00 Wita. Pendapatannya pun tidak menentu, berkisar antara Rp100.000 hingga lebih dari Rp300.000 per hari, tergantung jumlah pembeli.

Tradisi Tumbilotohe atau pasang lampu merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Gorontalo menjelang Idulfitri.

Berita Terkait:  Psikologi BINUS University Kupas Konflik Sosial Era Digital

Pada momen ini, masyarakat memasang lampu-lampu di depan rumah, halaman, maupun sepanjang jalan sebagai simbol penerangan dan suka cita dalam menyambut hari kemenangan. (Mg-08)