Ekonomi

Pedagang Lampu Botol Tradisional Mulai Ramai Jelang Tumbilotohe di Gorontalo

×

Pedagang Lampu Botol Tradisional Mulai Ramai Jelang Tumbilotohe di Gorontalo

Share this article
Pedagang Lampu Botol Tradisional Mulai Ramai Jelang Tumbilotohe di Gorontalo
Lapak lampu botol milik Reni.

Menurut Reni, pembeli biasanya mulai ramai menjelang malam pasang lampu, tepatnya satu hari sebelum pelaksanaan Tumbilotohe.

Berita Terkait:  Wujudkan Rencana Memiliki Mobil Baru, BRI Finance Tawarkan KKB Ringan dan Fleksibel

“Tidak sama dengan tahun-tahun kemarin, karena sekarang sudah banyak yang pakai lampu listrik atau lampu hias. Tapi masih ada juga yang pakai lampu botol seperti ini,” ujarnya.

Selain lampu botol, ia juga menjual sumbu lampu yang dibuat sendiri. Sumbu tersebut dijual seharga Rp10.000 per gantung bagi pembeli yang sudah memiliki botol lampu sendiri.

Berita Terkait:  BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali

Lapak milik Reni buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 23.00 Wita. Pendapatannya pun tidak menentu, berkisar antara Rp100.000 hingga lebih dari Rp300.000 per hari, tergantung jumlah pembeli.

Tradisi Tumbilotohe atau pasang lampu merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Gorontalo menjelang Idulfitri.

Berita Terkait:  Muslim AI Companion dari Indonesia Dipakai di 160 Negara, Raih Investasi dari HASAN.VC

Pada momen ini, masyarakat memasang lampu-lampu di depan rumah, halaman, maupun sepanjang jalan sebagai simbol penerangan dan suka cita dalam menyambut hari kemenangan. (Mg-08)