Ekonomi

Pedagang Lampu Botol Tradisional Mulai Ramai Jelang Tumbilotohe di Gorontalo

×

Pedagang Lampu Botol Tradisional Mulai Ramai Jelang Tumbilotohe di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Pedagang Lampu Botol Tradisional Mulai Ramai Jelang Tumbilotohe di Gorontalo
Lapak lampu botol milik Reni.

Menurut Reni, pembeli biasanya mulai ramai menjelang malam pasang lampu, tepatnya satu hari sebelum pelaksanaan Tumbilotohe.

Berita Terkait:  Bank Raya Dukung Inklusi Keuangan Digital Generasi Muda dan K-popers di P-Land: K-pop Art Market Vol.5

“Tidak sama dengan tahun-tahun kemarin, karena sekarang sudah banyak yang pakai lampu listrik atau lampu hias. Tapi masih ada juga yang pakai lampu botol seperti ini,” ujarnya.

Selain lampu botol, ia juga menjual sumbu lampu yang dibuat sendiri. Sumbu tersebut dijual seharga Rp10.000 per gantung bagi pembeli yang sudah memiliki botol lampu sendiri.

Berita Terkait:  PalmCo Tanam Puluhan Ribu Pohon di 12 Provinsi, Pertegas Misi Keberlanjutan Holding Perkebunan Nusantara

Lapak milik Reni buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 23.00 Wita. Pendapatannya pun tidak menentu, berkisar antara Rp100.000 hingga lebih dari Rp300.000 per hari, tergantung jumlah pembeli.

Tradisi Tumbilotohe atau pasang lampu merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Gorontalo menjelang Idulfitri.

Berita Terkait:  Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

Pada momen ini, masyarakat memasang lampu-lampu di depan rumah, halaman, maupun sepanjang jalan sebagai simbol penerangan dan suka cita dalam menyambut hari kemenangan. (Mg-08)