Pelatihan Tingkat Keamanan Fisik Selesai, Ini Respons Peserta 

×

Pelatihan Tingkat Keamanan Fisik Selesai, Ini Respons Peserta 

Sebarkan artikel ini
Puluhan peserta Pelatihan Journalist Safety and Security Training dalam sesi foto bersama. (Foto: Istimewa)
Puluhan peserta Pelatihan Journalist Safety and Security Training dalam sesi foto bersama. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pelatihan Journalist Safety and Security Training yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), telah berakhir. Beragam tangkapan muncul dari peserta, dan salah satunya yakni keamanan jurnalis. 

Pelatihan yang berlangsung dari 13 hingga 16 September 2021 ini, diikuti puluhan wartawan dari berbagai media di Gorontalo. 

Menurut salah seorang peserta, Veronika Y. Ruung, banyak hal positif yang didapatkan saat pelatihan berlangsung. Mulai dari kekerasan jurnalis, terlebih pada perempuan dan masih banyak lagi.

“Ini sangat bermanfaat bagi jurnalis. Pembelajaran ini menarik sekali,” ungkap Veronika Y. Ruung usai mengikuti pelatihan secara virtual itu, Kamis (16/09/2021).

Veronika Y. Ruung menambahkan, dirinya baru kali pertama mengetahui pentingnya menjaga kestabilan fisik di dalam melakukan peliputan. Apalagi kata dia, saat meliput di wilayah rawan konflik, itu sangat penting.

“Banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Termasuk bagaimana meliput di daerah yang rawan konflik. Bukan itu juga, kita sebagai jurnalis juga sebelum melakukan peliputan, baik fisik dan mental, harus mempersiapkan fisik. Apa yang telah saya dapatkan dari pelatihan ini, saya akan terapkan,” kata Veronika Y. Ruung.

Tak hanya Veronika Y. Ruung, yang memberikan respons positifnya. Franko Bravo Dengo (juga peserta) menuturkan apresiasinya kepada AJI yang selaku penyelenggara pelatihan Journalist Safety and Security Training.

“Pelatihan ini sangat penting bagi kami sebagai jurnalis. Selama ini kami selalu abai terhadap keamanan diri kami. Padahal kami termasuk salah satu kelompok yang rentan dan beresiko,” kata Franko Bravo Dengo.

Pelatihan terhadap jurnalis ini, kata Franko Bravo Dengo, begitu bermanfaat. Apalagi dalam situasi peliputan investigasi yang itu merupakan resiko paling besar. Maka kata dia, perlu ada bekal yang tentu menjadi senjata bagi jurnalis Ketika berada di lokasi peliputan. 

“Banyak manfaat yang didapatkan. Terutama kita sudah tahu harus menyiapkan apa saja saat melakukan liputan, khususnya saat liputan khusus atau investigasi. Selain itu, kita jadi mawas terhadap aspek-aspek hukum dalam kerja-kerja  jurnalistik. Kita jadi tahu regulasi apa yang melindungi dan menjadi hak jurnalis,” jelas Franko Bravo Dengo.

Dari pelatihan ini kemudian, tambahnya lagi, meski pengetahuan dalam dunia jurnalis sudah ada, namun tetap perlu mengasah lagi kemampuan jurnalisnya. Dari hasil pelatihan ini franko memiliki pengetahuan baru dalam melakukan peliputannya.

“Hasilnya, ya, saya punya pengetahuan baru. Dan tahu keamanan sebagai jurnalis dalam bekerja. Tak jadi wartawan terjun payung yang asal-asal turun meliput tanpa mempertimbangkan risiko dan lain-lain,” kunci Franko Bravo Dengo. (***)

 

Penulis: Herman Abdullah