Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo masih menunggu klarifikasi Wali Kota Gorontalo terkait dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam aksi demonstrasi di Mapolda Gorontalo. Wali kota diberikan waktu lima hari untuk menyampaikan penjelasan.
Juru Bicara Gubernur Gorontalo, Dr. Alvian Mato, mengatakan kesempatan tersebut diberikan agar wali kota dapat menjelaskan persoalan yang menyeret ASN di lingkungan pemerintah kota dalam aksi di Mapolda.
Menurut Alvian, apabila dalam waktu yang diberikan tidak ada klarifikasi, akan ada konsekuensi yang mengikuti. Namun, ia tidak merinci lebih jauh bentuk konsekuensi yang dimaksud.
Selain persoalan demonstrasi ASN, Alvian turut menyinggung dugaan perusakan cagar budaya yang kini menjadi perhatian aparat penegak hukum. Dalam penanganan perkara tersebut, Polda Gorontalo dilaporkan telah melakukan penggeledahan di kantor wali kota.
Alvian juga menanggapi pernyataan wali kota yang meminta Gubernur Gorontalo membaca aturan perundang-undangan. Ia menilai kepatuhan terhadap aturan semestinya diterapkan secara konsisten, bukan hanya ketika menyangkut pihak lain.
“Walikota kita ini memang hobi buat anomali, giliran menyerang orang lain diminta baca UU, giliran untuk kepentingan pribadi, ia mengenyampingkan UU,” kata Alvian.
Meski demikian, dugaan keterlibatan ASN dalam demonstrasi dan persoalan cagar budaya tersebut perlu ditempatkan sesuai proses klarifikasi serta penanganan hukum yang berjalan.(Rls)












