Hargo.co.id, GORONTALO – Kekayaan sejarah dan budaya Gorontalo yang tersimpan dalam naskah kuno menjadi perhatian Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Gorontalo. Melalui sosialisasi dan identifikasi naskah kuno di Kabupaten Boalemo, pemerintah daerah berupaya menjaga warisan pengetahuan masa lalu agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Kegiatan Sosialisasi dan Identifikasi Naskah Kuno Tahun 2026 yang berlangsung Selasa (13/10/2026) itu diikuti 25 peserta yang merupakan pemilik naskah kuno.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya pelestarian, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi naskah kuno yang masih tersimpan dan dikuasai masyarakat.
Naskah kuno merupakan sumber pengetahuan yang dapat memuat berbagai informasi mengenai kehidupan masyarakat pada masa lampau. Isinya dapat berkaitan dengan sejarah, adat istiadat, tradisi, bahasa, keagamaan, hingga nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang dari generasi ke generasi.
Maka dari itu, keberadaan naskah kuno tidak hanya bernilai bagi pemiliknya,
tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber informasi bagi akademisi, peneliti, dan masyarakat
yang ingin mengenal sejarah serta perkembangan budaya daerah.
Melalui sosialisasi tersebut, para pemilik naskah diharapkan memahami cara menjaga dan merawat koleksi yang dimiliki. Langkah ini penting agar kondisi naskah tetap terpelihara sehingga kandungan informasi di dalamnya tidak hilang seiring waktu.
Selain itu, proses identifikasi diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan, karakteristik, kondisi fisik, serta kandungan naskah. Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam mendukung pendataan dan menentukan langkah pelestarian lebih lanjut.
Dengan teridentifikasinya naskah kuno yang berada di tengah masyarakat, potensi khazanah manuskrip di Kabupaten Boalemo diharapkan semakin terpetakan. Hal ini sekaligus membuka peluang pemanfaatan naskah sebagai sumber literasi dan bahan pembelajaran sejarah serta budaya lokal.
Upaya tersebut sejalan dengan pembangunan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, terutama dalam memperkuat literasi, pendidikan, serta pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya daerah.
Melalui kegiatan ini, Disarpus Provinsi Gorontalo diharapkan dapat memperluas pendataan naskah kuno
sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan tertulis
sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Gorontalo.(Diyanti)












