Gorontalo

Terkait Pengadaan Barang dan Jasa, OPD Diminta Lihat Kondisi Masyarakat

×

Terkait Pengadaan Barang dan Jasa, OPD Diminta Lihat Kondisi Masyarakat

Share this article
Terkait Pengadaan Barang dan Jasa, OPD Diminta Lihat Kondisi Masyarakat
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofyan Ibrahim saat memberikan sambutan pada pelatihan kompetensi PBJ bagi PPK, Kamis (22/2/2024). (Foto: Diskominfotik)

Hargo.co.id, GORONTALO – Proses pengadaan barang dan jasa diminta agar disesuaikan dengan kondisi tatanan dan pelayanan kepada masyarakat.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Dorong Aksi Nyata Tekan Stunting

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofyan Ibrahim dalam sambutannya pada pelatihan kompetensi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Kamis (22/2/2024).

Pelatihan yang dikhususkan untuk para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) itu berlangsung di Aula Asrama NKRI, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Gorontalo.

Berita Terkait:  Gusnar-Idah Gaspol Hadapi Kemarau: Daya Beli Dijaga, UMKM Disuntik, Air Bersih Digelontorkan

“Kita memberikan pelayanan kepada masyarakat, maka yang perlu kita lihat terlebih dahulu adalah tatanannya,” kata Sofyan.

“Kita tau persoalan besar di provinsi adalah kemiskinan yang selalu disampaikan gubernur pada angka 15,15 persen,” lanjutnya.

Berita Terkait:  Pemprov – Deprov Gorontalo Tetapkan Propemperda Tahun 2024

Ia mengintruksikan agar setiap OPD turun langsung melihat kondisi di masyarakat

sebelum membahas program kegiatan serta merumuskan pengadaan barang dan jasa.

Menurut Sofyan, hal ini dianggap penting agar dapat memberikan hasil bermanfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Berita Terkait:  Lomba Bertutur Jadi Ruang Tanamkan Literasi dan Cinta Budaya pada Anak Gorontalo

Selain itu, kata dia, proses pengadaan juga memiliki banyak tantangan mulai dari upaya untuk mengadakan, memelihara, dan pencatatan aset.

“Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk meminimalisir kesalahan serta resiko

temuan auditor internal dan eksternal maupun Aparat Penegak Hukum (APH),” ungkapnya.

Berita Terkait:  Disdukcapil PMD Provinsi Gorontalo akan Evaluasi Penerapan IKD

Lebih lanjut Sofyan mengatakan, peran pemerintah daerah sebagai OPD dan ASN yang menyediakan output bermanfaat harus didorong untuk sama-sama bertanggung jawab.

“Proses pengadaan itu sangat penting, bukan hanya prosesnya, tetapi juga output dari pengadaan itu

yang kita fokuskan pada persoalan pelayanan publik di seluruh OPD,” tandas Sofyan Ibrahim.(Rilis) 

Berita Terkait:  Penjagub Rudy: Pilpres dan Pileg Harus jadi Acuan Pelaksanaan Pilkada