“Begitu saya mendengar tanah longsor, saya lihat Saleh sudah tertimbun,†ujar Hardin.
Hardin lantas berteriak meminta pertolongan pekerja lainnya. Mereka berusaha mengevakuasi Saleh. Proses evakuasi agak memakan waktu dikarenakan tebalnya longsor yang menimpa tubuh Saleh.
https://hargo.co.id/berita/syarief-minta-tambang-berisiko-disetop.html
Seiring bergulirnya waktu, masyarakat setempat yang mendapat kabar adanya penambang tertimbun longsor bergegas ke lokasi. Mereka turut membantu evakuasi Saleh. Sayangnya, setelah

berhasil dievakuasi nyawa Saleh tak bisa tertolong lagi.
Kapolres Pohuwato AKBP.Dafcoriza, SIK, Msc, melalui Wakapolres Kompol Vondi Mawitjere saat dikonfirmasi Gorontalo Post membenarkan kejadian meninggalnya penambang di lokasi pertambangan emas Desa Bulangita ini.
“Petugas Polres Pohuwato langsung ke lokasi sesaat setelah mendapat informasi. Dan memang lokasi pertambangan tersebut tergolong rawan longsor,†ujarnya.
Lebih lanjut Kompol Vondi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti persoalan ini bersama pemerintah daerah. Langkah yang akan dilakukan salah satunya menyosialisasikan kepada masyarakat.
“Khususnya penambang terkait izin dan risiko kecelakaan. Karena memang kegiatan pertambangan di lokasi tersebut memang sudah lama dan sudah memakan korban jiwa. Sehingga kami melalui Bhabinkambtibmas terus melakukan upaya pendekatan sosialisasi kepada masyarakat setempat,” jelasnya.(mg01/gp/hg)
