Rabu, 18 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pengurus Desa Golkar se-Limbar Urung Mundur

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 31 Maret 2017 | 12:39 Tag: , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Setelah melakukan pertemuan dengan DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo (Kabgor), sebanyak 10 pimpinan desa dari Limboto Barat (Limbar) urung mundur. Ini membuktikan jika Parpol berlambang beringin ini tetap solid meskipun tengah diterjang kisruh di DPRD Kabgor.

Informasi yang berhasil dihimpun, 10 pimpinan desa (PD) dari Limbar menemui pengurus DPD II Golkar Kabgor. Mereka datang didampingi Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Limbar, Musran Homi yang diterima langsung oleh Ketua DPD II Kabgor, Hendra ‘Dadang’ Hemeto.

Hasilnya, terungkap bahwa tak ada PD yang mengundurkan diri hanya karena dilakukan roling Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Kabgor. Kepada Gorontalo Post (grup Hargo.co.id), Hendra ‘Dadang’ Hemeto menjelaskan bahwa dari 10 PD, sebanyak tiga orang mundur dengan alasan menjadi pengurus di PK Limbar.

“Mereka dari Desa Haya-haya, Dase Ombulo dan Desa Dainaa. Selain itu, PD Yosonegoro, Rusdin Rivai juga mengundurkan diri dengan alasan usia sudah mencapai 76 tahun dan sudah dua periode jadi pengurus,” kata Hendra ‘Dadang’ Hemeto.

Ditambahkan oleh Hendra ‘Dadang’ Hemeto, jika memang benar mereka mundur dari Partai Golkar, maka harus membuat surat pernyataan. Namun, pada pertemuan itu, mereka tak membuat surat pernyataan mundur.

“Justru pertemuan semakin menguatkan kami, baik di tingkat PK, maupun di tingkat DPD II. Pasalnya, mereka solid dan tetap kompak mendukung dan membela organisasi,” kata Hendra ‘Dadang’ Hemeto.

Sementara itu, Ketua PK Limbar, Musran Homi menegaskan bahwa masalah ini sudah ditangani di tingkat PK. “Karena permasalahannya ada di level PD, maka yang menangani satu tingkat di atasnya yakni PK. Intinya, semuanya sudah selesai dan tetap solid untuk membesarkan organisasi,” katanya.

Informasi yang diperoleh bahwa dalam waktu dekat ini, Golkar Kabgor akan menggelar musyawarah pada 205 desa. Ini merupakan bagian dari target untuk membenahi organisasi guna merebut 10 kursi di parlemen melalui Pemilu legislatif 2019 mendatang.

Hanya saja, sesaat sebelum berita ini diturunkan, Ketua PD Ombulo, Danial Djani mengaku tetap pada tuntutan mereka yaitu meminta agar penggantian terhadap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Husin Panigoro dibatalkan.

“Kami diundang ke DPD II karena diberitahukan akan melakukan klarifikasi dan dihadiri oleh DPD I. Namun pada kenyataanya, yang terjadi bukan klarifikasi dan DPD I tidak ada. Intinya, kami tetap akan mundur dari Partai Golkar,” tegas Danial Djani. Ditambahkannya, saat pilgub kemarin mereka dituding tidak memenangkan pasangan NKRI, padahal di daerah mereka NKRI menang. (jdm/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar