Hargo.co.id, SULSEL – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat upaya pencegahan praktik kecurangan atau fraud di lingkungan perusahaan. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Sharing Session Fraud Awareness Tahun 2026 yang digelar di Kota Makassar, Selasa (29/9/2026).
Mengusung tema “Strengthening GCG Through Fraud Awareness & Risk Mitigation: Membedah Modus, Red Flags, dan Celah di Balik Fraud”, kegiatan ini menjadi ruang bagi para Perwira Pertamina untuk meningkatkan pemahaman mengenai potensi fraud sekaligus memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan mitigasi risiko.
Sejumlah narasumber dari internal Pertamina hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka di antaranya VP Operation Internal Audit PT Pertamina Patra Niaga Nahdiyani Hasbi,
VP Investigation Internal Audit & Whistle Blowing System PT Pertamina (Persero) Riana,
serta Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai modus fraud yang berpotensi terjadi dalam lingkungan kerja.
Selain itu, peserta juga diajak mengenali sejumlah indikator awal atau red flags serta mengidentifikasi celah yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan kecurangan.
Penguatan kesadaran tersebut dinilai penting karena pencegahan fraud tidak hanya berkaitan dengan fungsi pengawasan,
tetapi juga menyangkut tanggung jawab setiap pekerja dalam menjalankan proses bisnis perusahaan.
Aspek integritas, kepatuhan terhadap ketentuan, pengelolaan risiko, serta penerapan prinsip GCG menjadi bagian penting dalam pembahasan. Dengan pemahaman tersebut, setiap Perwira diharapkan mampu lebih peka terhadap potensi penyimpangan dan mengambil langkah sesuai mekanisme yang berlaku.
Komitmen pencegahan fraud kemudian ditegaskan melalui penandatanganan komitmen anti-fraud oleh Tim Manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen manajemen untuk terus memperkuat budaya integritas
dan memastikan prinsip tata kelola perusahaan diterapkan secara konsisten dalam setiap proses bisnis.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan upaya mencegah fraud harus dibangun sebagai kesadaran bersama.
“Pencegahan fraud bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh Perwira. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat pemahaman bersama agar setiap pekerja mampu mengenali potensi penyimpangan, memahami risiko, dan berani mengambil langkah yang tepat sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Lilik.
Ia menambahkan, komitmen anti-fraud yang ditandatangani jajaran manajemen juga diharapkan menjadi bagian dari keteladanan dalam membangun budaya kerja yang berintegritas.
“Kami berharap ini bukan hanya sekadar komitmen, tetapi benar-benar tercermin dalam perilaku kerja, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan tanggung jawab setiap hari. Dengan integritas dan kepedulian bersama, kita dapat menjaga lingkungan kerja yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik kecurangan,” tambahnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya sadar fraud
sekaligus meningkatkan kemampuan pekerja dalam melakukan mitigasi risiko.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga integritas, kepercayaan, dan keberlangsungan proses bisnis perusahaan. (Rls)












