BOALEMO, Hargo.co.id – Dua hari lagi. Puncak Festival Pesona Boalemo dan Pulo Cinta 2016 akan dilaksanakan.
Selain akan menjadi lokasi syuting program Dahysat RCTI, event yang dipusatkan di pantai Bolihutuo itu akan disemarakkan dengan beragam acara. Di antaranya festival pisang tumbuk yang bakal dihelat sepanjang 2 kilometer (km).
Pisang tumbuk merupakan salah satu kuliner tradisional Gorontalo. Kuliner tersebut dibuat dengan bahan utama pisang yang dibakar/panggang.
Kemudian ditumbuk (dikepras), kemudian disajikan dengan sambal/dabu-dabu.
Ketua Panitia Pelaksana Lokal Festival Pesona Boalemo-Pulo Cinta 2016 Husain Entango menerangkan, festival pisang tumbuk dilaksanakan untuk memotivasi agar masyarakat menjaga tradisi dan kearifan lokal. Yang mana pisang tumbuk merupakan salah satu makanan khas Gorontalo.
“Karena itu melalui Festival Pesona Boalemo dan Pulo Cinta 2016, pisang tumbuk dijadikan salah satu rangkaian kegiatan,†ujarnya.
Husain menambahkan, dengan melibatkan seluruh stakeholder dan masyarakat umum, pagelaran pisang tumbuk disamping menyemarakkan pelaksanaan Festival Pesona Boalemo-Pulo Cinta, juga diharapkan bisa memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
“Jadi tujuan dari seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan ini, adalah bagaimana bisa mengembangkan pariwisata dengan turut mengembangkan budaya lokal,” ungkap Husain, Jumat(7/10).
Terkait kesiapan pelaksanaan festival Pisang Tumbuktau lambi yilobu’o a, Sekda Boalemo Sujarno Abdul Hamid meninjau langsung lokasi.
Di tempat itu, sejumlah peserta mulai memasang stand untuk tempat memasak pisang tumbuk. Pada kesempatan itu Sekda juga turut memantau kesiapan lokasi kegiatan puncak Festival Pesona Boalemo dan Pulo Cinta 2016.
