Kamis, 7 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



PHP Milley

Oleh Admin Hargo , dalam DI'SWAY , pada Minggu, 19 September 2021 | 11:05 Tag: , , ,
  PHP Milley - DI'SWay

Oleh : Dahlan Iskan

MUNGKIN ini PHP lagi. Atau bukan. Sang wanita sudah ditahan tiga tahun –Desember nanti. Proses pengadilannyi pun sudah selesai: pertengahan Agustus lalu.

Hakim perlu waktu tiga bulan untuk menyusun berkas putusan. Vonis itu baru akan dibacakan akhir bulan depan.

Anda sudah tahu siapa sang wanita: princess kekaisaran Huawei, Meng Wanzhou. Yang sejak Desember 2018 ditahan di Vancouver, Kanada. Di sebuah rumah mewah miliknyi sendiri. Yang diawasi keamanan swasta selama 24 jam sehari –atas biaya yang ditahan.

Pergelangan kaki Meng juga dipasangi gelang elektronik: agar termonitor ke mana saja kaki itu melangkah.

Mungkin ini bukan lagi PHP: yang menulis ini harian bukan kaleng-kaleng di Kanada, Globe and Mail. “Departemen Kehakiman Amerika Serikat lagi bicara dengan pengacara Meng Wanzhou yang memungkinkannyi kembali ke Tiongkok”.

Memang Globe and Mail hanya mengutip sumber di Kanada. Tapi reputasi koran tersebut terjaga. Selama ini GM berhasil menjaga mutu dan standar jurnalisme. Yang tidak berhasil hanya menaikkan gaji wartawannya. Wartawan harian itu kini lagi mogok. Minta naik gaji 2 persen. Mereka juga mengancam akan menerbitkan harian online sendiri: The Globe Nation.

Rupanya ancaman itu berhasil membuat manajemen memenuhi keinginan wartawannya. Kemarin mulai dikonsep rumusan perjanjian bersamanya.

Enam bulan lalu juga pernah ada bocoran rahasia: Tiongkok lagi menyiapkan pesawat Boeing 757 untuk menjemput Meng. Tapi penjemputan itu tidak pernah menjadi kenyataan.

Tentu rumit sekali mencari jalan keluar bagi kasus high profile seperti itu. Terutama agar tidak sampai ada cermin yang terbelah. Terutama wajah Donald Trump ­–yang diyakini berada di balik penyanderaan itu.

Kasus penahanan Meng adalah ibarat Royco bermerica bagi sop panas perang dagang Amerika-Tiongkok.

Kita masih ingat: senjata pembelaan Meng terakhir adalah dokumen yang akhirnya didapat dari Bank HSBC Hongkong.

Pihak Meng pernah mencari senjata seperti itu ke London: minta dokumen bank yang sama yang berpusat di ibu kota Inggris itu. Mintanya sampai ke pengadilan. Hakim pun menyidangkan permintaan itu: ditolak.

Pemerintah Tiongkok rupanya mulai harus menginjakkan sepatu ke kaki HSBC Hongkong. Kalau sampai HSBC tidak memenuhi permintaan itu bisa-bisa bangkrut pelan-pelan. Atau cepat.

Dokumen itu pun diserahkan ke pihak Meng. Itulah dokumen presentasi Meng, saat makan siang di HSBC Hongkong. Di dokumen itu terlihat Meng membeberkan apa adanya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Bahwa Huawei bekerja sama dengan Skycom yang punya bisnis di Iran. Huawei mengatakan Skycom sudah bukan anak perusahaan Huawei. Amerika menganggap sebaliknya.

Semua itu ada di presentasi Meng. Berarti, menurutnyi, Meng tidak menipu HSBC. Kalau praktik tersebut dilarang –karena Iran mendapat sanksi Amerika– tentu HSBC bisa menolak proposal tersebut. Nyatanya HSBC menerima.

Dokumen itu sudah diserahkan ke pengadilan tinggi di Vancouver. Itulah dokumen terakhir yang diserahkan ke pengadilan –sebagai bukti dari pihak Meng. Penyerahan dilakukan tepat menjelang sidang terakhir.

Proses persidangan itu sendiri begitu panjang: dua tahun. Meng dituduh menentang Amerika: berani melanggar sanksi yang dijatuhkan ke Iran.

Selama di tahanan rumah, Meng terlihat begitu tegar. Wajahnya selalu tampak sedikit tersenyum. Tidak pernah menunjukkan wajah yang tegang –pun saat dalam perjalanan menuju pengadilan. Gelang hitam di pergelangan kakinyi selalu disorot kamera wartawan.

Putri pendiri Huawei Ren Zhengfei itu ditangkap di bandara Vancouver saat transit menuju Meksiko. Dia sebenarnya sudah menghindari transit di kota Amerika. Tapi hubungan Tiongkok-Amerika memang lagi seperti Tom dan Jerry. Meng pun yang saat itu sudah menjabat direktur keuangan Huawei harus menjadi sandera Trump.

Seminggu ini Trump sendiri merasa dapat umpan yang berharga: yang saya pun sampai geleng-geleng kepala. Bahkan saya sampai ingat suasana menjelang dilengserkannya Presiden Gus Dur.

Trump, minggu ini, minta agar Panglima Militer Amerika Jenderal Mark Milley dihukum mati. Trump menganggap Jenderal Milley telah menjadi pengkhianat negara.

Jangankan Trump, saya pun tidak menyangka kejadian itu: di akhir masa jabatan Trump, ternyata Jenderal Milley  menelepon Panglima Militer Tiongkok Jenderal Li Zuocheng. Isinya: Milley menjamin Amerika tidak akan mendadak berperang atau pun menyerang Tiongkok. Kalau pun ada perintah itu –dari presiden sebagai panglima tertinggi– Milley akan memberi tahu Li Zuocheng.

Kontak telepon serupa diulangi lagi oleh Jenderal Milley beberapa waktu setelah Trump kalah Pilpres dari Joe Biden.

Ternyata militer itu seperti itu. Pun di Amerika. Bisa tidak mau taat pada perintah presiden. Dengan caranya sendiri.

Militer merasa bertanggung jawab kepada keselamatan negara. Melebihi risiko apa pun bagi diri mereka.

Militer harus menjaga negara, termasuk dari kecerobohan dan emosi tak terkontrol dari seorang presiden.

Di Amerika telepon-menelepon rahasia tingkat tinggi seperti itu memang bisa bocor ke publik.

Tentu Trump marah besar. Sekarang. Tapi Trump sudah kehilangan taringnya.

Saya kembali membayangkan: apa yang terjadi kalau pembicaraan telepon seperti itu bocor saat Trump masih presiden.

Seorang presiden, tanpa militer, ternyata bukan siapa-siapa.

Memang kalau –waktu itu– sampai terjadi perang antara Amerika-Tiongkok dunia akan ikut hancur. Tentu militer punya analisis sendiri. Berdasar gelagat, tindakan dan ucapan Trump saat itu.

Bisa jadi perang akan diperintahkan oleh presiden –sekadar untuk membuat Trump memenangkan Pemilu. Untung, waktu itu Trump tetap optimistis bakal menang. Kalau sudah tahu akan kalah bisa jadi perang benar-benar jadi senjata kemenangannya. Seperti George Bush dulu. Atau juga Obama.

Bahwa pembicaraan telepon itu diulangi lagi, tentu ada analisis lain. Trump bisa batal kalah kalau terjadi keadaan darurat perang. Maka militer mencegah agar perang jangan sampai terjadi.

Di Amerika, minggu ini lagi seru memperdebatkan itu: Jenderal Milley pengkhianat negara atau penyelamat negara.

Di Disway, Meng juga pasti seru diramal: berita koran Kanada itu PHP atau bukan. (Dahlan Iskan) 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di artikel berjudul Benci Sayang

Mirza Mirwan
Sebelum baca Quran saya sempatkan mengoreksi tentang Tawfik Hamid. Ia bukan berasal dari Afghanistan. Yg benar, Tawfik Hamid berasal dari Mesir. Pernah ke Afghanistan, memang sekitar 25 tahun yg lalu, atas ajakan Ayman Al Zawawi (yg sekarang menggantikan Osama bin Laden memimpin Al Qaeda). Kebetulan saya punya buku “Inside Jihad” yg ditulis Dr. Tawfik Hamid.

Pembaca Setia
Kalau seseorang tidak suka dengan gaji plus tunjangan dewan yang diatas satu milyar….itu karena bawaan lahir, pendidikan, lingkungan, literasi atau yang lain ya….

Disway Reader
Sudut pandang itu sesempit satu warna gelas, cara pandang itu seperti berganti2 gelas, jarak pandang itu seperti melihat semua gelas….hikmah adalah tahu warna asli air zam2. Gelas bermacam warna dan air itu…. Kabeh isine urip

Sudarmaji
Pria jelek yg banyak duit jauh lebih disukai daripada pria ganteng minim duit. Jadi kemungkinan anda adalah pria jelek banyak duit.,  karena jelek itu permanen., hahaha

Be heppy Reader
Dulu saya benci sama perempuan cantik. Wanita cantik cenderung menyukai laki laki ganteng dan laki laki kaya. Saya tidak punya dua duanya. Sekarang saya tidak benci perempuan cantik, karena saya punya salah satu dari dual hal yang disukai perempuan

mBahJoyo Lotnok
Gak cocok Bah, analogi air dlm gelas warna. Bisa ngerti sih, mungkin karena nenek moyang mereka percaya reinkarnasi, jadi air tinggal ganti gelas aja. Nah kalo nenek moyang kita percaya surga & neraka, jadi warna gelas luntur ke air. Warna pun gak fix, bisa berubah kalo tobat. Hehehe

Happy Istian
Ketika kamu bisa berjalan di atas permukaan air maka orang yang membencimu akan bilang” alahhh dia itu gak bisa berenang..”

Andriyanto Teguh
semua perasaan, termasuk senang ataupun benci, timbulnya dari hati. s Sedangkan hati bisa dikontrol dengan akal. Akal mengolah dari apa yang didengar dan apa yang dilihat. Dalam Qur’an Allah jelas sekali mengulang-ulang bahwa gunakan karunia Allah berupa pendengaran, penglihatan dan pikiran sesuai kodratnya, agar memperoleh karuniaNYA. Adapun yang mengingkari karunia-NYA dimulainya dari tertutupnya perasaan, yang menutup pikiran dan pendengaran serta penglihatannya. Nek wis ora seneng, tanpa perlu mikir lagi, apa saja tentangnya walaupun baik, tidak akan didengarkan maupun dilihat.

Mbah Mars
Teori Nativisme (Schopenhauer) menyatakan bhw perkembangan manusia dipengaruhi oleh faktor heriditas. Pendidikan dan lingkungan tdk berkontribusi. Sementara John Locke dengan teori Empirismenya menyebutkan bahwa manusia dilahirkan seperti kertas kosong (tabularasa). Anak tidak mempunyai pembawaan apa-apa. Mereka dibentuk oleh lingkungan dan pendidikannya. Dua teori tersebut dipadukan oleh William Stern. Menurut Stern, faktor heriditas tidak memiliki arti apa-apa tanpa faktor pengalaman dan pendidikan. Begitu sebaliknya. Sedangkan teori fitrah memiliki kedekatan dengan teori Konvergensi. Perbedaannya, dlm pandangan teori ini, manusia memiliki potensi bawaan berupa kecenderungan kepada kebaikan. Oleh karenanya, istilah pendidikan dlm Islam disebut “tarbiyyah” yg bermakna “pengembangan”. Mengembangkan apa ? Mengembangkan potensi dasar bawaan manusia yg cenderung kepada kebaikan.

bitrik sulaiman
Busway berjalan di tepi kali Kali dikeruk dengan traktor Disway dibuka berkali-kali Karena melihat banyak komentator.

Disway 1908954
Spesies manusia sudah hidup begitu lama, pun tak bisa menghentikan kebencian. Baiklah ….. bila kebencian memang tak mungkin dihilangkan (karena di agamaku, di agamamu juga, ada unsur penanaman stigma pada yang berbeda pandangan), maka kurangilah keingintahuan urusan orang lain, hilangkan bila bisa. Terkesan individualis?  itu bergantung sudut pandang saja.

Asma Asmaabc
“Saya kencingi luka itu” dan saya bisa mencangkul lagi” Kencingnya orang desa dulu masih murni penuh cinta karena pikirannya belum terkontaminasi “pikiran2 kimia buatan” dari kota. Pikiran yg masih murni menghasilkan air seni yg murni pula. Luka yg ditimbulkan oleh cinta juga tidak akan sakit. maka luka pak dahlan pun tak mengganggu dan membiarkan dahlan kecil mencangkul lagi. Semua yg asalnya dari alam memang sifatnya cinta. Karena berasal dari sang Maha Cinta. Zamzam itu murni dan penuh cinta. Reaksi  peminumnya yg menjadi penuh warna.

Disway 17088179 Cholis
Cinta butuh evolusi. Evolusi cinta butuh benci untuk menggenapi dirinya. Pecinta sejati tak akan pernah membenci pembenci sekalipun pada pembenci dirinya. Pecinta sejati memandang pembenci adalah bagian dari dirinya yg belum dewasa. Zamzam yg masih terjebak dalam gelas dan warnanya. Cinta itu cahaya bukan warna. Warna adalah bias cahaya. Apakah cahaya bisa membenci warna? Logiskah jika pecinta membenci pembenci?

(Visited 28 times, 1 visits today)

Komentar