Hargo.co.id, GORONTALO– Kesempatan kampanye monologis, di hari terakhir masa kampanye, tak disia-siakan para kontestan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Gorontalo maupun Pemilihan Bupati (Pilbup) Gorontalo Utara. Di kampanye monologis tersebut, para calon wali kota dan calon wakil wali kota (Cawali-Cawawali) tak hanya hadir menyampaikan visi misi. Saling pamer kekuatan dan dukungan massa akan turut dilakukan oleh masing-masing paslon.
Sebagaimana diketahui, kampanye monologis Pilbup Gorut sudah berlangsung sejak Kamis (21/6), yang dilaksanakan secara bergilir sesuai nomor urut paslon. Sehingga pada kampanye terakhri hari ini, Sabtu (23/6), pasangan nomor urut tiga Roni Imran-Ismail Patamani (NKRI) akan melangsungkan kampanye.
Sementara itu untuk kampanye Pilwako Gorontalo digelar serentak hari ini, Sabtu (23/6). Lokasi pelaksanaan dipisah menjadi tiga titik. Untuk pasangan nomor 1 Adhan Dambea-Hardi Hemeto (ADHA) berlokasi di Lapangan Bulotadaa, Kecamatan Sipatana. Pasangan nomor urut 2 Marten Taha-Ryan F. Kono (MATAHARI) berlokasi di lapangan Padebuolo. Sedangkan pasangan nomor urut 3 Rum Pagau-Rusliyanto Monoarfa (RAMAH) berlokasi di Lapangan Taruna Remaja.
Terkait pelaksanaan kampanye monologis, masing-masing paslon memastikan akan dibanjiri oleh ribuan massa. Pasangan ADHA, misalnya. Pasangan nomor urut 1 itu memastikan sedikitnya 20 ribu massa akan membanjiri lapangan Bulotadaa.
Demikian pula pasangan MATAHARI. Meski tak merinci jumlah yang akan hadir, Pasangan petahana tersebut memastikan lapangan Padebuolo akan menjadi lautan manusia.
“Ribuan pendukung akan hadir. Kita ingin lapangan Padebuolo menjadi lautan manusia,†kata Sekretaris Tim Pemenangan MATAHARI Totok Bachtiar.
Tak ketinggalan, pasangan RAMAH. Berlokasi di titik strategis Kota Gorontalo, tak akan disia-siakan oleh pasangan yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu. Sama halnya rival mereka ADHA dan MATAHARI, pasangan RAMAH juga memastikan ribuan massa akan membanjiri lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo.
Selain dukungan massa pendukung, kehadiran para tokoh nasional maupun elit politik juga menjadi tambahan amunisi bagi para paslon.
“Nantinya seluruh partai pengusung dan pendukung akan menurunkan juru kampanye nasional (Jurkamnas) pada kampanye nanti,†kata Adhan Dambea.
Demikian pula pasangan MATAHARI dan RAMAH. Selain jurkamnas, kedua paslon juga turut menampilkan sederetan tokoh/figur publik yang dekat dengan masyarakat Gorontalo.
“Insya Allah bapak Roem Kono dan Ketua DPD I Golkar Pak Rusli Habibie, Ketua DPD Demokrat Gusnar Ismail dan tokoh-tokoh lainnya akan hadir pada kampanye,†kata Totok Bachtiar.
Di sisi lain, menjelang pelaksanaan kampanye, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Gorontalo kembali mengingatkan masing-masing paslon melalui surat edaran. Surat edaran tersebut memuat beberapa hal, terkait dengan pelaksanaan kampanye monologis yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu (Hari ini,red), dan serta masa tenang dan menjelang hari H pemilihan.
Ketua Panswalu Kota Gorontalo, John Hendri Purba mengatakan bahwa surat edaran tersebut, dalam rangka untuk memperingatkan kembali kepada para pasangan calon tentang aturan kampanye dan sampai dengan pelaksanaan hari H.
“Benar semua pasangan calon sudah kita surati,” ungkap John.
Ia menambahkan bahwa, surat edaran tersebut, memuat tentang beberapa hal, untuk kampanye dipertegas lagi mengenai larangan dan sanksi, yaitu pasal 68, pada Peraturan KPU nomor 4 tahun 2017 tentang kampanye.
“Dalam pasal tersebut sudah jelas, tidak boleh mepersoalkan dasar negara pancasila dan UUD 1945, tidak boleh menghina seseroang, agama, suku, ras, antar golongan, menghasut, mengadudomba, memfitnah, dan lainnya yang sudah diatur dalam pasal 68,” ujarnya.
Pasal 73 ayat 1 UU nomor 10 tahun 2016, tentang menjanjikan dan melakukan politik uang. “Tidak boleh juga melakukan konvoi, itu juga sudah dikoordinasikan dengan pihak keamanan,” ujarnya.
Selain itu, memasuki masa tenang, semua Alat Peraga Kampanye (APK) sudah harus dibersihkan dari kota Gorontalo.
“Khusus APK tersebut itu merupakan tanggung jawab dari masing-masing tim pasangan calon,” ujarnya.
Dan dalam masa tenang, tentunya Panwaslu Kota Gorontalo tetap akan siaga, dan memonitoring, agar tidak terjadi money politik.
“Dalam surat juga kita sudah tegaskan tentang money politik, yang biasanya dilakukan menjelang hari H. Kita Panwaslu tentunya akan terus siaga, dan kalau didapati akan tetap kita proses,” pungkasnya.
Terpisah, Kapolres Gorontalo Kota AKBP Yan Budi Jaya,SIK.,MM akan mengambil tindakan tegas bagi massa yang tak mentaati aturan serta membuat membuat kericuhan.
“Apabila besok ada yang melakukan kericuhan atau kerusuhan, maka Kepolisian tak segan-segan tindakan tegas. Oknum yang buat kericuhan,akan kita tangkap dan proses hukum,†ujar AKBP Yan Budi Jaya. (gp/hg)
