Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Prof.DR. Jusuf Sjarif Badudu, Putra Terbaik Gorontalo itu Telah Tiada

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 14 Maret 2016 | 10:33 Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Bangsa Indonesia kehilangan JS Badudu, sepanjang hidupnya diabadikan untuk bahasa Indonesia.

Pengabdianya jadi teladan kita bersama. JKW. Petikan kalimat itu disampaikan Presiden Joko Widodo melalui akun twiternya @jokowi, Minggu (13/3) ketika menerima kabar duka bila pakar Bahasa Indonesia asal Gorontalo itu telah berpulang ke rahhmatullah.

Ucapan duka berseliweran di media sosial, sejak Sabtu (12/3). Berita televisi juga mengabarkan meninggalnya guru besar Bahasa Indonesia Prof DR JS Badudu.

Kabar duka ini seketika menyebar, termasuk untuk keluarga dan masyarakat di Gorontalo. Tokoh publik seperti Gubernur Rusli Habibie tak lupa menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan guru SD Ampana Sulawesi Tengah itu.

Dalam hidupnya, ia mengabdikan diri untuk Bahasa Indonesia. Hanya saja sekira 10 tahun belaakangan, kondisi kesehatan Prof JS Badudu menurun drastis. Bahkan ia beberapa kali diserang stroke ringan maupun bertat sehingga mengakibatkan kondisi fisiknya semakin menurun. Hampir mencapai usia 90 tahun, Sabtu 12 Maret 2016 pukul 22.10 WIB.

Guru besar lingustik pertama Universitas Padjajaran Bandung ini menghembuskan nafas terakhir di RS Hasan Sadikin, Bandung.

Oleh pihak keluarga, jenazah kemudian dibawa ke kediamanya di Bukit Dago Selatan nomor 27, Bandung. Setelah disalatkan, jenazah kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung, kemarin.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar