Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi berupa ejaan dalam bahasa Gorontalo,
menulis teks dialog percakapan dalam bahasa Gorontalo, serta praktik langsung percakapan dalam bahasa Gorontalo.
Proses pembelajaran dikemas secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung sehingga siswa dapat terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah. (MG-17)












