Edukasi

Mahasiswa FSB UNG Didorong Bangun Daya Saing Lewat Kuliah Umum Technopreneurship

×

Mahasiswa FSB UNG Didorong Bangun Daya Saing Lewat Kuliah Umum Technopreneurship

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa FSB UNG Didorong Bangun Daya Saing Lewat Kuliah Umum Technopreneurship
Suasana pelaksanaan kuliah umum berbasis praktik dalam mata kuliah Technopreneurship.

Hargo.co.id, GORONTALO – Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya (FSB), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal menggelar kuliah umum berbasis praktik dalam mata kuliah Technopreneurship.

Berita Terkait:  Mahasiswa dan Dosen Bastrasia FSB-UNG Gelar Penyuluhan Kejahatan Berbahasa di SMAN 6 Gorontalo

Kegiatan tersebut berlangsung di Nuansa by Lawa, Kota Selatan, Kota Gorontalo, Rabu (16/4/2026).

Hadir sebagai narasumber, Store Manager Nuansa, Muhammad Ilham Akbar, menilai kegiatan seperti ini penting bagi mahasiswa lintas disiplin ilmu.

Berita Terkait:  Lomba Debat, Upaya Kembangkan Talenta dan Pola Pikir Kritis Siswa

Ia mendorong mahasiswa untuk aktif membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sektor usaha yang berkembang di Gorontalo.

“Mahasiswa sangat membutuhkan ruang belajar seperti ini. Mereka bisa berkolaborasi dengan berbagai bidang usaha, mulai dari konveksi hingga sektor lainnya. Ini penting untuk menambah pengalaman dan wawasan,” ujarnya.

Berita Terkait:  Sambut Bulan Kemerdekaan, Mahasiswa KKN Gelar Nobar Film Sang Kiai

Ilham juga menekankan pentingnya membangun pola pikir kompetitif di kalangan mahasiswa. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada mencari pekerjaan setelah lulus.

“Mahasiswa harus memiliki daya saing. Jangan hanya berpikir lulus lalu melamar kerja. Harus ada arah pengembangan diri yang jelas dan komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas setiap hari,” tegasnya.

Berita Terkait:  Dwi Putri Oktaviani, Delegasi Gorontalo di Duta Maritim Indonesia

Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Technopreneurship, Apriadi Bumbungan, menjelaskan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif.

Ia menilai, kewirausahaan tidak cukup hanya diajarkan secara teoritis di ruang kelas.

Berita Terkait:  111 Mahasiswa PBSI FSB UNG Ikuti Pembekalan PLP 1, Siap Praktik di Sekolah

“Kami ingin mahasiswa belajar langsung dari praktisi. Kewirausahaan membutuhkan pengalaman nyata, bukan sekadar teori,” jelas Apriadi.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan ide melalui interaksi langsung dengan pelaku usaha.

Berita Terkait:  Angkat Geografi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal, Sunarty Eraku Resmi Sandang Gelar Guru Besar UNG

Ke depan, model pembelajaran serupa diharapkan dapat diterapkan pada mata kuliah lain dengan menyesuaikan bidang masing-masing.

“Harapannya, pembelajaran tidak berhenti pada ide, tetapi berlanjut pada praktik dan dampak nyata, baik secara personal maupun bagi masyarakat,” pungkasnya. (Mg-08) 

Berita Terkait:  FSB UNG Beri Penghargaan ke Mantan Pengurus Ormawa