Zunaidi menambahkan, komitmen terhadap keberlanjutan juga BJA wujudkan melalui upaya menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi karyawan dan keluarganya. BJA Group telah menjadi tumpuan hidup bagi ribuan karyawan dan keluarganya.
Jika dihitung, setidaknya ada 3.000 orang yang kehidupannya bergantung pada sumber penghasilan yang berasal dari BJA Group. Setiap bulan, BJA Group membayarkan gaji karyawan sebesar Rp6,8 miliar.
Ini di luar biaya operasional. Dari gaji karyawan tersebut, perputaran uang di Pohuwato terus meningkat sehingga menggerakkan perekonomian daerah.
“Karyawan bukan sekadar bagian dari perusahaan. Merekalah fondasi yang membuat BJA Group mampu tumbuh dan berkontribusi bagi daerah. Kami berharap, perusahaan bersama pemerintah dan masyarakat bisa membangun Kabupaten Pohuwato semakin maju,” ujar Zunaidi.
BJA Group juga terus memberikan kontribusi bagi negara dari kegiatan ekspor wood pellet. Hingga 18 November 2025, BJA Group telah mengekspor wood pellet sebanyak 530.461 ton senilai US$ 74,17 juta.
Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BJA Group atas pencapaian penanaman gamal yang ke-20 juta pohon.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pohuwato 2025-2029, pemerintah menargetkan penanaman pohon sebanyak 1 juta.
“Alhamdulillah, BJA Group sudah mencapai 20 juta pohon. Berarti RPJMD kami tercapai untuk periode tersebut. Ini berkat kerja sama yang baik,” ujar Saipul.
Bupati Saipul juga mengucapkan terima kasih kepada BJA atas kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja, khususnya tenaga kerja dari Pohuwato.
Menurut Saipul, penyerapan tenaga kerja BJA Group telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Pohuwato.












