Advertorial

Rencana Pembangunan Industri Pertanian di Sekitar Pelabuhan Anggrek Tuai Tanggapan Kadin

×

Rencana Pembangunan Industri Pertanian di Sekitar Pelabuhan Anggrek Tuai Tanggapan Kadin

Share this article
Rencana Pembangunan Industri Pertanian di Sekitar Pelabuhan Anggrek Tuai Tanggapan Kadin
Wakil Ketua Bidang Perizinan, Investasi, Pengembangan Ekspor dan Pasar Modal Kadin Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad.

Hargo.co.id, GORONTALO – Hasil pengembangan Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) yang akan dilaksanakan PT. Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT) diprediksi bisa menyerap 100.000 tenaga kerja.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Sukses Kawal Penerbangan Haji 2026, Salurkan 4.204 KL Avtur Tanpa Insiden

Prediksi ini muncul, karena rencananya di sekitar Pelabuhan Anggrek akan dibangun industri pertanian.

“Dimana, sesuai perencanaan dari Pak Rachmat Gobel di sekitar pelabuhan, rencananya akan dibangun industri pertanian yang bisa mempekerjakan 100.000 tenaga kerja. Saya begitu kagum membaca berita ini,” kata Wakil Ketua Bidang Perizinan, Investasi, Pengembangan Ekspor dan Pasar Modal Kadin Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad.

Berita Terkait:  Antisipasi Kebutuhan Nasabah Selama Ramadan dan Idulfitri, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Sebesar Rp. 231 M

Hanya saja, Jasin mempertanyakan industri apa yang akan dibangun. Apakah industri pakan ternak? Karena, menurut dia, setiap tahun di Provinsi Gorontalo rata-rata 500.000 ton komoditi jagung pipilan diperdagangkan.

“Atau industri Tapioka. Dimana, sesuai demplot tanaman ubi kayu di Gorontalo sampai dengan 30 kilogram per stek,” ujar Jasin.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Bawa Wastra Sulsel Naik Kelas hingga Panggung INACRAFT 2026

Menurutnya, 100.000 tenaga kerja itu sama dengan jumlah pekerja di enam industri pabrik besar. Perhitungan Jasin bukan tanpa dasar. Dia mengambil contoh-contoh jumlah tenaga kerja yang bekerja dibeberapa industri.

“Perhitungan saya seperti industri pakan ternak sekelas Charoen Pokphan Indonesia atau CPI di Makassar yang hanya memperkerjakan 532 tenaga kerja. Kemudian industri Tapioka di Lampung oleh PT Budi Strach & Sweetener yang memperkerjakan hanya 1.581 tenaga kerja. Industri rokok seperti PT. Gudang Garam 32.389 tenaga kerja, PT. Sampoerna 20.740 tenaga kerja,” terang Jasin.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dorong Budaya Kerja Sehat lewat Mental Health Day 2026

“Kemudian industri makanan, seperti PT. Indofood Sukses Makmur 35.553 tenaga kerja. PT Mayora Indah 11.854 tenaga kerja,” tambahnya.

Pun begitu, Jasin salut dengan rencana dari Rachmat Gobel. Jika industri di sekitar Pelabuhan Anggrek terealisasi, dirinya yakin perekonomian Gorontalo lebih khususnya di Gorut akan melejit.
Berita Terkait:  AFT Hasanuddin Raih Low Risk Audit IFQP 2026, Standar Internasional Diakui Auditor

“Kalau ini benar benar terjadi, betapa perekonomian di Provinsi Gorontalo lebih khusus di Gorut akan meningkat. Tenaga kerja 100.000 orang itu bisa meningkatkan taraf hidup rakyat Gorontalo. Hanya sekarang masih menjadi misteri industri pertanian apa yang akan dibangun? Kita tunggu realisasinya,” tutur Jasin.

Besar harapan Jasin, Rachmat Gobel yang saat ini duduk di parlemen senayan sebagai wakil ketua bisa mewujudkan cita-citanya menjadikan Gorontalo menjadi lima provinsi yang termakmur.

Berita Terkait:  Sawaludin Datangi Bawaslu, Ada Apa?

Pengembangan Pelabuhan Anggrek sendiri rencananya akan segera dilaksanakan. Dijadwalkan, groundbreaking akan dilaksanakan hari ini.(*)

Penulis: Rendi Wardani Fathan 

Berita Terkait:  TASPEN Gorontalo Bekali Pegawai Lapas dengan Literasi Keuangan dan Pemahaman Layanan