Minggu, 3 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Restorative Justice, Kejari Gorontalo Hentikan Penuntutan Kasus Pencurian 

Oleh Admin Hargo , dalam HumKam , pada Sabtu, 21 Mei 2022 | 04:05 Tag: , ,
  Kepala Kejari Gorontalo, Armed Wijaya.

Hargo.co.id, GORONTALO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gorontalo melakukan penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice terhadap kasus pencurian yang dilakukan MM (41), tersangka kasus pencurian dua unit telepon genggam di kawasan Sport Centre Limboto pada 30 Januari 2022 kemarin.

Kepala Kejari Gorontalo, Armed Wijaya mengatakan restorative justice tersebut dilakukan karena tersangka dan korban telah melakukan kesepakatan damai. Hal tersebut juga berdasarkan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Proses restorative justice sudah selesai. Jaksa Penuntut Umum telah memfasilitasi kedua bela pihak. Pertemuannya juga dihadiri oleh tersangka dan korban serta orang tua tersangka maupun korban dan juga beberapa tokoh masyarakat,” kata Armen Wijaya, Rabu (18/5/2022).

Dirinya menjelaskan, penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dilakukan untuk memenuhi rasa keadilan di masyarakat. Hal ini dilakukan guna menyeimbangkan antara kepastian hukum dan kemanfaatan dalam pelaksanaan penuntutan berdasarkan hukum dan hati nurani.

Meski begitu, lanjut Armen Wijaya, Ada tiga syarat prinsip yang berlaku kumulatif yang harus dipenuhi dalam proses Keadilan restoratif. 

“Sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat satu dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2022, yaitu tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun, serta kerugian tidak lebih dari Rp 2,5 juta,” Katanya menerangkan.

Sebelumnya, MM terlibat dalam kasus pencurian telepon genggam milik Adji Umar (18), warga Desa Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Dalam melakukan aksinya, MM membuka paksa bagasi motor milik korban yang saat terparkir di sport center Limboto.

Usai mengambil barang milik korban, tersangka kemudian menjual salah satu handphone dengan harga Rp1 juta. Saat diperiksa petugas, MM mengaku terpaksa mencuri untuk melunasi hutangnya di Koperasi yang berjumlah Rp 5. juta. Uang tersebut digunakan untuk membiayai pengobatan orang tuanya.

“Tersangka ini tidak memiliki pekerjaan. Jadi saat ayahnya sakit, tersangka meminjam uang di koperasi untuk biaya rumah sakit. Akibat terdesak membayar hutang di koperasi, muncul niat tersangka melakukan perbuatan pencurian untuk melunasi hutangnya tersebut,” kata Armen Wijaya.

Dirinya menjelaskan, Dalam proses kesepakatan perdamaian antara pihak terdakwa dan korban, MM harus mengembalikan barang milik korban dan mengganti telepon yang telah dijual dengan uang senilai Rp 1 juta.

“Ini kali pertama tersangka melakukan tindakan pencurian. Dan dalam proses perdamaian antara dua pihak, tersangka juga telah menandatangani surat pernyataan dimana dirinya tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut.  Proses hukum telah selesai dan disetujui untuk dihentikan,” kata Armen Wijaya. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 38 times, 1 visits today)

Komentar