Hargo.co.id, GORONTALO – Meski menghadapi tantangan keterbasan anggaran, Bupati Boalemo, Rum Pagau tetap memikirkan cara untuk mensejahterakan publik dengan melahirkan program kerakyatan.
Salah satunya program sapi kembar, sebuah program sederhana, namun berdampak luar biasa bagi kemaslahatan masyarakat.
Program ini, beda dengan di daerah lain yang dilakukan dengan cara mendatangkan anakan sapi dari luar daerah dengan biaya sangat besar, lalu dibagikan kepada masyarakat.
Di Boalemo, Bupati Rum Pagau memilih langkah cerdas. Yakni, mendistribusikan Inseminasi Buatan (IB) kepada para peternak yang memang memiliki indukan sapi betina. Artinya, hanya masyarakat peternak asli yang benar-benar merasakan manfaat program ini.
Lantas apa yang dimaksud dengan sapi kembar? Dengan teknik IB menggunakan benih sapi unggul seperti Limosin, Simental, dan Brangus, maka nilainya pun sangat berbeda. Seekor pedet hasil IB berusia 1 tahun bisa dihargai setara dengan tiga ekor pedet sapi Bali atau sapi lokal.
Bukankah ini bisa disebut sebagai “quantum leap” bagi dunia peternakan di Boalemo?
Secara sederhana, program ini bukan hanya meningkatkan populasi sapi, tapi akan mendongkrak nilai ekonomi para peternak. Jika daerah lain, peternak berkembang satu langkah, maka di Boalemo mereka para peternak bisa melompat tiga kali lebih jauh.
Kebijakan ini menjadi salah satu terobosan Bupati Boalemo 2 periode, Drs. Rum Pagau yang kini diimplementasikan sebagai bukti komitmen pemenuhan janji politik Pilkada 2024 lalu.(Rls)












