Ketika itu situasi rumah dalam kondisi sepi. “Saya diancam akan dipukul bila tak menuruti kemauannya. Dan itu dilakukan berulang kali,†kata perempuan bertubuh mungil itu di hadapan petugas Ditreskrim Umum Polda Gorontalo.
Tiga tahun berselang, pada 2013 Kardi kembali menggarap Dahlia yang kala itu berusia 11 tahun. Dahlia yang sedang beristirahat siang, didekati Sukardi. Pria bertubuh gemuk itu lantas membujuk Dahlia untuk membantu dirinya. “Bantu kamari papa uti,†kata Kardi kepada Dahlia saat itu.
Dahlia yang belum tahu apa-apa balik bertanya. Begitu mengetahui permintaan ayahnya yang mengajak berhubungan intim, Dahlia langsung menolak. Tapi penolakan itu memicu amarah Kardi. Lagi-lagi Kardi mengeluarkan ancaman agar Dahlia menuruti kemauannya. Melihat Kardi yang sudah diliputi emosi, Dahlia hanya bisa pasrah digerayangi ayahnya sendiri.
Aksi tak senonoh Kardi akhirnya terbongkar pada Jumat (25/3) pukul 23.55 wita. Ketika itu Kardi kembali memaksa Dahlia meladeni nafsunya. Tapi kali ini dilakukan di sebuah kebun di Desa Lamahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.
Usai meladeni keinginan ayahnya, Dahlia lantas memutuskan untuk kabur dan bersembunyi di tempat kos kakaknya, Mawar. Kebetulan tempat kos tersebut berdekatan dengan rumah milik salah seorang kerabat dekat Dahlia.
Dahlia yang tak kembali ke rumah membuat Kardi curiga. Ia lantas mencari tahu keberadaan Dahlia. Minggu (27/3) pukul 19.00 wita, Kardi mengetahui bila Dahlia berada di tempat kos di Kota Gorontalo. Kardi lantas mendatangi tempat persembunyian Dahlia.
