Skandal Doping, Sharapova Ditinggal Sponsor

×

Skandal Doping, Sharapova Ditinggal Sponsor

Sebarkan artikel ini
Ekspresi kaget Maria Sharapova ketika menggelar konferensi pers di pusat kota Los Angeles, Senin (7/3). (dok AFP)

Kontrak Sharapova dengan TAG Heuer sejatinya telah berakhir pada Desember 2015 lalu. Sebelumnya, perusahaan jam yang mayoritas sahamnya dimiliki French Luxury Goods Group LVMH itu berencana memperpanjang kontrak Sharapova. Namun, pengumuman kemarin merubah 180 derajat rencana itu.

Meski demikian, sumber reuters yang dekat dengan Sharapova mengatakan, sampai saat ini tidak ada satu perusahaan sponsor pun yang telah melakukan pemutusan kerja sama dengan Masha-sapaan akrab Sharapova. Semua sponsor masih memilih untuk menunda atau menskors kerja sama.

Mereka masih ingin melihat dan mempelajari perkembangan kasus yang sedang menimpa Sharapova ini.

“Kami bahagia. Setiap orang lebih memilih untuk melihat terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi dari pada langsung mengakhiri semuanya,” ucap sumber tersebut.

Meski begitu, tetap saja banyak pihak yang menyayangkan keteledoran Sharapova ini.

Jika lebih teliti, ranking tujuh dunia tersebut tentu tidak akan ada dalam situasi sulit seperti saat ini.

“Menjalankan bisnis senilai USD 30 juta (Rp 393 miliar) yang digantungkan kepada legalitas dalam bermain tenis. Anda seharusnya melihat semua yang ada dalam list (larangan obat). Maaf, saya harus katakan, ini adalah kesalahan besar,” ucap mantan ketua Badan Anti Doping Dunia (WADA) Dick Pound kepada BBC. (irr/hargo)