Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Jembatan di Lahumbo, Ini Penjelasan Pemerintah Daerah

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Kamis, 28 Oktober 2021 | 20:05 PM Tag: , ,
  Kondisi lokasi pekerjaan jembatan Box Culvert di Lahumbo, Tilamuta, Boalemo. (Foto : Abdul Majid Rahman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pekerjaan jembatan (Box Culvert) di Jalan Bypass Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Boalemo, akan dilanjutkan. Demikian dikatakan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Kabag-PBJ) Setda Boalemo, Feri Maulidi, di ruang kerjanya, pada Rabu, (27/10/2021).

Dijelaskannya, karena pihak ketiga sebelumnya telah diputus kontrak secara sepihak, oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR. Maka pekerjaan dilanjutkan dengan dilakukan Penunjukan Langsung (PL).

Kondisi lokasi pekerjaan jembatan Box Culvert di Lahumbo, Tilamuta, Boalemo. (Foto: Abdul Majid Rahman/HARGO)

Hal itu kata Feri, berdasarkan Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) nomor 12 Tahun 2021, tentang pedoman pengadaan barang dan jasa melalui penyedia.

“Cadangan 2 yang akan melanjutkan perkerjaannya, yaitu CV. Tirta Kencana dengan nilai kontrak Rp 844.700.000,00. Kenapa bukan cadangan 1, karena yang cadangan 1 tidak memenuhi syarat, lantaran melebihi Sisa Kemampuan Paket (SKP),” kata Feri dalam keterangan persnya.

Sebelumnya, diberitakan Hargo.co.id pada 14 Oktober 2021 lalu, CV. ATM yang mengerjakan awal pembangunan tersebut, telah diputus kontrak oleh Pemkab Boalemo.

Adapun konsekwensi dari adanya pemutusan kontrak tersebut, adalah pihak penyedia terkait, harus mengembalikan jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka yang sebelumnya sudah dicairkan.

“Jadi, dua-duanya itu diklaim. Jaminan uang muka diklaim sebesar 30%, karena realisasi pekerjaan di lapangan tidak capai 30 persen. Dan jaminan pelaksanaan sebesar 5 persen dari HPS, karena penawarannya ini kalau tidak salah melebihi 20%,” paparnya.

Tak hanya itu, lanjut kata Feri, konsekwensi lainnya terhadap pihak penyedia yang telah diputus kontrak, yaitu blacklist (daftar hitam). Artinya, sudah tidak bisa lagi perusahaan terkait mengikuti tender proyek.

“Jadi blacklistnya itu selama 2 Tahun, dan itu sudah diumumkan melalui LKPP. Seluruh Indonesia perusahaan tersebut tidak bisa lagi ikut tender,” jelasnya.

Apakah Pemkab Boalemo dirugikan? Menurut Feri, adanya pemutusan kontrak pekerjaan itu, Pemkab Boalemo dirugikan dari sisi kualitas pekerjaan, dan pula waktu.

“Menurut saya kualitas dan waktu kita dirugikan. Namun untuk uangnya, karena sudah diklaim semua jaminan, jadi ada kemungkinan. Atau Insyaallah tidak ada kerugian keuangan Negara disitu,” imbuhnya.

Sesuai informasi yang diterima pihaknya lanjut Feri, semua jaminan yang sudah diklaim tersebut sudah dikembalikan ke kas Daerah.

“Jadi dia masuk dalam pertimbangan Negara bukan pajak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kabag PBJ Setda Boalemo ini pun berharap, kepada setiap para pihak yang mengikat kontrak dengan Pemkab Boalemo, agar harus merealisasikan pekerjaannya sesuai nilai kontrak.

“Harapannya kepada pihak penyedia, pertama tentunya dalam melaksanakan pekerjaan itu, harus disesuaikan dengan kontrak. Kedua, sebelum pelaksanaan pekerjaan, penyedia ini kan dapat dikatakan hampir semuanya mengajukan uang muka. Nah, uang muka itu kan diperuntukkan untuk pekerjaan di lapangan, bukan untuk yang lain-lain, atau di luar pekerjaan,” cetusnya.

“Kalau kita misalnya mendapatkan anggaran sebesar 30%. Artinya kan secara kasarnya, minimal harus 30% pula pekerjaan di lapangan, kan begitu. Jadi sekali lagi, harus sesuai kontrak pekerjaan di lapangan,” pungkasnya.

Terpisah, Dandi Nyompa, selaku Direktur CV. Tirta Kencana yang akan melanjutkan pekerjaan Box Culvert tersebut, mengaku siap menyelesaikan kontrak sebagaimana yang diharapkan Pemkab Boalemo.

“Insyaallah tidak ada kendala, karena ini putus kontrak, dan kami tinggal melanjutkan. Semoga kami bisa selesaikan tidak sampai pada waktu yang ditentukan. Pastinya kami komitmen,” akunya, saat dikonfirmasi Hargo.co.id di lokasi pekerjaan, pada Kamis, (28/10/2021). (*)

Penulis : Abdul Majid Rahman

Kabag PBJ Setda Boalemo, Feri Maulidi. (Foto: Abdul Majid Rahman/HARGO)
(Visited 648 times, 1 visits today)

Komentar