Sabtu, 29 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Solid Hebat

Oleh Admin Hargo , dalam DI'SWAY , pada Kamis, 6 Januari 2022 | 10:05 AM Tag: , , , , ,
  Solid Hebat - DISWAY

Oleh : Dahlan Iskan

AKANKAH ada dua pabrik baterai raksasa di Indonesia? Atau tiga?

Rasanya begitu.

Terutama kalau laporan Menko Luhut Pandjaitan di depan Presiden Jokowi bisa dipegang.

“Nanti tidak hanya baterai yang berbahan baku nikel yang dibangun di sini,” kata Luhut di acara peletakan batu pertama Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kalimantan Utara pekan lalu. “Sekarang sudah ditemukan baterai yang lebih unggul yang bahan bakunya bukan nikel,” ujar Luhut (Baca juga Disway: Rejeki Boy).

Saya tahu yang dimaksud Menko Luhut. Kira-kira: solid-state battery. Yang kekuatannya berlipat-lipat dibanding lithium. Yang harganya lebih murah.

Itulah dunia baru baterai. Bukan hanya bersifat peningkatan maupun loncatan. solid-state battery adalah dunia baterai yang sama sekali berbeda konsep.

Bahan baku utamanya bukan lagi nikel. Tidak ada hubungannya dengan nikel. Bahan utamanya adalah material campuran: silikon.

Silikon adalah padatan kristal yang keras tapi rapuh, yang warna kilau logamnya biru-abu-abu. Kode kimianya sebagian dari Anda sudah tahu: Si.

Begitu banyak ilmuwan yang kejar-kejaran menciptakan solid-state battery. Mereka saling salip-menyalip. Tapi, terakhir ini, tiga bulan lalu, ahli baterai di Universitas California San Diego yang di depan. Universitas itu serius melakukan penelitian atas sponsor perusahaan elektronik Korea Selatan: LG Energy Solution.

Tentu LG-lah yang akan memegang hak paten itu nanti.

Tapi LG pula yang sudah melakukan kerja sama dengan Indonesia untuk membangun pabrik baterai lithium berbasis nikel. Hanya saja itu bukan LG Energy Solution. Tapi LG Chem. “Sudah akan dimulai bulan Juli atau Agustus ini,” ujar Menteri Investasi/Ketua BKPM Bahlil Lahadalia Juni lalu. Berarti sudah dimulai enam bulan lalu.

Investasi itu sangat besar. Menteri Bahlil menyebut sebagai yang terbesar dalam sejarah investasi di Indonesia: USD 8,5 miliar. Atau sekitar Rp 123 triliun.

Itulah investasi bersama antara LG Chem Ltd Korea Selatan dengan PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI). Yakni perusahaan bersama milik Pertamina, PLN, Inalum, dan Aneka Tambang.

Lalu ada lagi berita investasi baterai oleh LG di Indonesia: di Karawang. Ground breaking sudah dilakukan Presiden Jokowi Agustus lalu. Yakni patungan antara Hyundai dan LG Energy Solution. Nilai investasinya USD 1,1 miliar: sekitar Rp 15 triliun.

Yang di Karawang ini cukup besar, sampai punya kapasitas yang cukup untuk 150.000 mobil listrik per tahun.

Syukurlah. Ada tiga investasi besar di bidang baterai di Indonesia: dua lithium, satu solid-state. Tiga-tiganya melibatkan LG Korea Selatan.

Memang saya sempat ragu. Dua atau tiga. Lalu saya cek lagi di media seperti Detik.com. Kesimpulan saya: tiga. Sebab, Menteri Investasi Bahlil jelas-jelas menyebutkan: yang bekerja sama dengan PT IBI itu menyangkut investasi USD Rp 8,5 miliar. Sedang yang di Karawang itu USD 1,1 miliar.

Bedanya lagi: yang dengan PT IBI itu –yang USD 8,5 miliar itu– dibangun bersama LG Chem Ltd. Sedang yang di Karawang itu dengan LG Energy Solution

Tapi anehnya yang di Karawang itu juga melihatkan PT IBI –di samping dengan pabrik mobil Hyundai.

Wallahualam.

Biar pun LG Energy Solution sudah menemukan solid-state, bukan berarti balapan di arena ini berakhir. Jepang, Jerman, dan Tiongkok masih tidak akan menyerah.

Solid-state tampaknya akan mengakhiri era lithium –seperti juga lithium dulu mengakhiri era baterai basah. Tentu lithium akan terus hidup seperti juga baterai basah yang sampai sekarang masih punya pasar.

Era baru solid-state itu juga sekaligus menyalip apa yang pernah diumumkan sendiri, dengan bangga, oleh Prof John Goodenough.

Prof Goodenough, guru besar di Texas, adalah penemu baterai lithium –bersama Prof Akira Yoshino dari Jepang. Itu terjadi di tahun 1985. Sejak itu –sampai 35 tahun kemudian– belum ada lagi penemuan baru di bidang baterai. Yang ada adalah perbaikan-perbaikan.

Prof Goodenough adalah ahli fisika, material, dan ilmu komputer. Akhir tahun ini umur Goodenough genap 100 tahun.

Tiga tahun lalu ia bikin kejutan. Di umurnya yang sudah 96 tahun ia menemukan lagi teori baru: koreksi terhadap lithium. Yang kemampuannya tiga kali lebih besar dengan harga sepertiga lebih murah.

Waktu itu, ketika ditanya kapan penemuannya itu akan bisa dibeli di pasaran, jawabnya sangat optimistis: tiga tahun lagi. Berarti sekarang ini.

Kok bisa begitu cepat? Bukankah ketika menemukan lithium dulu perlu waktu puluhan tahun untuk sampai tahap produksi?

Prof Goodenough punya jawaban yang masuk akal: “Waktu itu salah saya sendiri. Lithium dulu memang perlu waktu lama sebelum bisa diproduksi” katanya.

Di mana salahnya?

“Waktu itu saya memberikan hak paten kepada satu perusahaan saja. Ketika perusahaan itu tidak segera memproduksinya saya tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Belajar dari situ, untuk penemuannya yang terakhir itu ia berencana tidak lagi menjual hak paten kepada satu perusahaan.

Saya pun melakukan pencarian tidak henti: mengapa sampai hari ini ucapan Prof Goodenough itu belum terwujud. Saya sempat menduga apakah akan diproduksi bersamaan dengan ulang tahun ke-100. Rasanya tidak.

Justru yang muncul adalah berita yang lebih baru lagi: solid-state battery berbahan baku silikon dari Amerika (San Diego) atas biaya LG Korea Selatan.

Korea Selatan, mengapa Anda begitu hebat. (Dahlan Iskan)


Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Rezeki Boy

ThamrinDahlan Ibnuaffan
merpati terbang dekat pusara tak hinggap walaupun lelah entah apa terjadi di kaltara mercu suar ataukah sekedar latah

Aryo Mbediun
Mas Fadil, KIPI itu sudah dikenal sejak dulu. Ada KIPI Jakarta, KIPI Yogyakarta, KIPI Malang dan KIPI Surabaya. Itu tempat pendadaran calon guru. #Aryo, itu IKIP. Kwkwkwkwkw

Tanahnya bulat melengkung mas. Jadi nggak ada sudutnya. Tidak seperti hatiku yg disudutnya pating tlecek poro mantan

Indomie goreng 20rb Indomie kuah 25rb Indomamie 200rb Indomamie kuah 300rb Mamiepanda 500rb #no debat trah ngunu

Fadil Wira Dwi B.
Bung Aryo, kalo yg jadi guru itu IPIK kali ya ….. Institut Pendidikan dan Ilmu Keguruan, wkwk..

Awaludin Haris
Pak boy apa masih punya anak laki jejaka atau perempuan perawan yang seumuran anak saya kalau mau tak ajak besanan biar rejeki boy juga jadi rejeki saya jadi nanti bisa jadi judul disway “rejeki awaludin”  Salam sehat ba maaf hanya mimpi

Udin Salemo
Gak ada. Kan tinggal tunjuk aja: ini tanah saya, wis beres… hahaha…

Darko
Kalau tanah segitu luas milik satu orang, apakah batasnya di tiap sudut ada tandanya apa tidak yaa…..he he

Sin
cocok..ingat pesan saya bung aat..sebelum janur kuning melengkung masih banyak cara untuk menikung..jomblo tanpa sandingan bagaikan susu tanpa kutang, terombang ambing ga karuan.. buat mr. Xi bikin masker ny ga usah dilanjut ya ..kasihan bung Aat..pendampingny ga nemu2 gara2 jd masker…wkwk

Cimut
jadi ingat waktu kuliah Di yogya …. Anak2 jawa kiriman weselnya jarang yg Di atas 100rb/bln…. Anak2 luar jawa sebaliknya…. Jarang yg Di bawah 100 rb…. Setelah  selesai sekolah merantau ke kaltim…. baru nyadar knp kiriman orang luar jawa banyak2….Sebab ortunya paling mikir harga makanan kayak di luar jawa mahal2….

Botol Cuil
Pengen rasanya ikut ambil bagian dan mendukung proyek prestis ini buka warung murah meriah terjangkau untuk mas mandor dan anak buahnya… nasi sayur 25rb es teh 10rb rokok eceran 3rb * bon (extra 20%) * melayani pijat gembok 100rb

Open MINDED
religion was invented when the first con man met the first fool -mark twain A lie repeated a thousand times, becomes a truth -nazi minister pakai google translate masing masing. mau tau agama paling benar? coba dengerin khotbahnya atau debatnya richard dawkin,sam harris,richard carrier.

Pluvio Filia
Setiap kali baca harian Disway saya senang banyak mendapat fakta-data dan suka gemas pengen komen jika ada data yang saya tahu  kurang akurat. Jadilah hari ini saya komen begini : Pabrik PT Inalum yang sebenarnya masih jauh dari Pantai Tanjung Balai yang berada di Kab. Asahan. Pabrik Inalum sejatinya ada di Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei. Suka Kabupaten Batu Bara. Kabupaten Batu Bara tetangga Kabupaten Asahan di sebelah utara. PLTA Asahan 1 juga sebenarnya tidak berada di Kabupaten Asahan tapi Toba Samosir. Tapi apalah arti fakta-data yang saya bagi dibanding yang saya dapatkan setiap pagi.

PaxPol
Kapan pemerintah akan membangun PLTA di Danau Sentarum, Kalimantan Barat ? Mungkin bisa membangkitkan ekonomi di hulu Kalbar, juga  mengurangi kekeringan air di hilir sungai Kapuas di musim kemarau dan mencegah banjir di Sintang, kabupaten-kabupaten di hulu Kalbar dimusim hujan. Sarawak sudah punya PLTA Bakun di Danau Batang Ai yang listriknya bukan hanya menghidupi ekonomi Sarawak, tetapi juga di jual ke Indonesia, katanya lebih murah daripada modal produksi PLN.

imam jumbo
mumpung lokasi proyek di tempat jin buang anaknya alias jauh dari mana2 gitu, kenapa listrik ga pake PLTN aja ya?sekalian uji coba yg nuklir thorium..biasanya byk yg protas protes kalo mau bangun PLTN, ini mumpung jauh dr pemukiman penduduk..kalo listrik PLTN hasil berlimpah & murah kan ga cuman utk industri & masyarakat Kaltara, bisa di ekspor ke Kaltim utk ibukota yg baru..

Ujang
Hashim ketiban rejeki d penajam, boy di kaltara. Org lokal jd penonton

Disway 17087206
mbah mars kali ini ngawur sebulan nabung 500.rb 50 tahun jadi 300.jt pada saat itu 50 tahun yang akan datang harga rumah yg sekarang 300.jt 50 tahun yg akan datang sudah menjadi 1 miliar.

Anak Mama
Ada lagi cara kaya yang lebih cepat Mbah. Ada amalannya. Tiap selesai solat, sisihkan uang di bawah sajadah, tidak usah banyak-banyak: Rp500.000 saja.  Nah, sehari jadi dapat Rp2500.000. Hitung aja sebulan berapa. Setahun berapa. Lima tahun berapa. Pasti cepat kaya.

Juve Zhang
Orang Kaltim tanya kenapa Presiden Jokowi sudah peresmian jalan KA dan Maloy tak jadi. Sebagai Kuli dulu sekali saya ditugaskan meninjau Maloy, turun di Balikpapan langsung sewa mobil langsung ke Maloy, ya ampun jauhnya dan jalan jelek. Hutan semua, mau makan di jalan saja susah, perut lapar gak ada yg jualan nasi.wkwkwkkw nginap semalam di Sangatta lanjut ke Maloy. Saya merasa ini bukan tugas kantor anggap saja Turis Abidin(atas beaya dinas) saking jauh nya lokasi Maloy dari Balikpapan. Rasanya itu proyek gak layak. Ternyata sekarang ditulis Disway masih juga tersendat sendat,  itu lebih mirip proyek Halusinasi Tingkat Parah.saya ke sana jaman Purbakala sekarang sudah Jaman 5 G.wkwkwkwk . Saya tak bisa cerita ketemu bos bos lokal yg sedang “sakauw” dengan proyek nya. Maloy namanya Indah. Rasanya kereta api juga sama proyek Halus Tingkat Parah. Entah yg ini , katanya cuma 3 jam naik mobil oleh pak Wartawan.k.Pak Jokowi orang jujur, baik, jadi di minta meresmikan Jalan KA, Maloy dll pasti datang. Salut buat Energi Beliau yg besar. Mudah mudahan sukses!!.

Mirza Mirwan
Pak Luhut benar, mungkin memang sudah rejekinya Boy Thohir. Yang membagi rejeki adalah Tuhan. Jangan pernah menanyakan kebijakan Tuhan dalam membagi rejeki. Tuhan bisa saja memberikan tanah seluas 10.100 hektar di Tanah Kuning itu kepada Mbah Mars, Bung Zuhri, Bung Liam, atau jamaah Disway lain. Tetapi dalam penilaian Tuhan, barangkali, Mbah Mars dan yang lainnya tidak siap untuk menerimanya. Bisa membuat Mbah Mars dan yang lainnya akan jumawa, barangkali. Memang sudah rejekinya Boy Thohir. Tidak perlu merasa iri. Oke, senyampang perut masih kenyang seusai makan, saya mau menghibur jamaah Disway dengan cerita pendek karya peraih Nobel sastra tiga kali, Leo Tolstoy. Judul aslinya “Mnogo Li Cheloveku Zemli Nuzhno?”. Saya tak tahu apa judul versi terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Saya membacanya yang versi bahasa Inggris, “How Much Land Does a Man Require?” — ada juga terjemahan yang menggunakan kata “need” untuk “require”. Alkisah ada seorang petani bernama Pahom. Suatu hari ia mendengar iparnya yg sedang bertamu ngobrol dengan isterinya tentang betapa senangnya punya lahan luas. Pahom membayangkan, kayaknya memang enak. Pahom bertekad untuk memiliki lahan luas dengan berhemat agar bisa menabung. Begitulah, lama kelamaan ia punya beberapa petak lahan yang ditanami gandum. Dan ia masih ingin lahan yang lebih luas lagi. “Kalau aku punya lahan yang luuuuas aku tak akan takut pada setan sekalipun,” gumamnya. Dan setan mendengar itu. Sahdan, suatu hari ia mendengar ada orang yang bilang bahwa di Bashkir harga tanah sangat murah. Dengan 1000 rubbel orang bisa mendapatkan tanah seluas yang dapat dikelilinginya dengan jalan kaki (lari juga boleh) sejak matahari terbit hingga menjelang tenggelam. Bila sebelum matahari tenggelam sudah selesai, maka tanah yang dikelilinginya menjadi miliknya. Tetapi bila gagal, uangnya hilang dan tak mendapatkan tanah barang sejengkal. Menggiurkan! Pahom lantas menjual beberapa petak lahannya hingga mendapat 1000 rubbel. Malam sebelum berangkat ke Bashkir ia mimpi, sepertinya dirinya terbujur kaku di bawah kaki setan yang tertawa senang. Tapi Pahom tak peduli dengan mimpinya itu. Singkat cerita, Pahom sudah sampai di Bashkir. Begitu matahari terbit, disaksikan pemuka Bashkir dan masyarakat setempat Pahom meletakkan uang 1000 rubbel di pecinta, di depan pemuka Bashkir. Di situlah penanda awal dan akhir Pahom harus mengelilingi tanah yang diinginkannya. Mula-mula Pahom berjalan cepat, lama-lama capek dan berjalan biasa. Didorong keinginan memiliki tanah seluas-luasnya Pahom tetap saja melangkah maju pada saat seharusnya sudah belok. Tetapi akhirnya Pahom berbelok juga. Sayang sekali saat matahari tinggal sepenggalah dari ufuk barat Pahom masih jauh dari peci berisi uang di mana ia harus tiba sebelu matahari tenggelam. Akhirnya, meski sudah kelelahan, Pahom memaksakan diri untuk berlari. Untunglah, tetap sebelum matahari tenggelam Pahom sudah sampai di tempat finish. Pemuka Bashkir dan masyarakat yang menyaksikan bersorak-sorai menyambut keberhasilan Pahom. Akan halnya Pahom, ia kehabisan napas, ambruk dan tak pernah bangun. Meninggal. How much land does a man require? Seberapa luas sih tanah yang dibutuhkan manusia?. Hanya sepetak saja untuk menguburkan jasadnya bila sudah meninggal. Oleh sebab itu janganlah serakah.

Pryadi Satriana
Pak Luhut: “Mungkin memang sudah rejekinya Boy Thohir.” Saya: “Mungkin itu bukan rejekinya Boy Tohir. Mungkin itu hasil KKN-nya ‘Tohir Brothers’. Untuk menghilangkan keragu-raguan yang ada dalam kata “mungkin”, sebaiknya Pak Luhut sarankan ke Pak Jokowi untuk menginvestigasi ‘Thohir Brothers’, kan Pak Luhut ‘sering didengar’ Pak Jokowi? Mungkin pula Pak Luhut ragu-ragu melakukan saran saya. Pertama, mungkin saya bukan siapa2 — hanya seorang komentator Disway. Kedua, mungkin kalau saran itu dilakukan, akan ada kemungkinan ‘serangan balik’, yang mungkin malah sangat merepotkan. Mungkin. Ketiga, mungkin Pak Luhut dan Pak Erick Thohir ‘sama-sama jaga hubungan baik’, sehingga kemungkinan pertama dan kedua mungkin tidak perlu saya kemukakan dan mungkin saya lebih baik istirahat siang saja.” Salam.

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar