Gorontalo

Hadapi Banjir Informasi, Dinas Arpus Provinsi Perkuat Kompetensi Penggerak Literasi

×

Hadapi Banjir Informasi, Dinas Arpus Provinsi Perkuat Kompetensi Penggerak Literasi

Share this article
Suasana pelaksanaan kegiatan Bimtek Literasi Informasi bagi Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi Tahun 2026.

Hargo.co.id, GORONTALO – Derasnya arus informasi di era digital membuat kemampuan membaca saja tidak lagi cukup. Masyarakat dituntut mampu menelusuri, memeriksa, menilai hingga menggunakan informasi secara tepat agar tidak mudah terjebak hoaks.

Berita Terkait:  Penjagub Harap Sinergitas Pemprov dan BPK Perwakilan Gorontalo Terus Terbangun

Kondisi tersebut mendorong Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo memperkuat kompetensi para penggerak literasi melalui Bimbingan Teknis Literasi Informasi bagi Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula Lantai II Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Gorontalo, Selasa (11/8/2026), dibuka Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie.

Berita Terkait:  Peringati Bulan K3, Pemprov Gelar Fun Run 5k

Wagub Idah menilai tantangan literasi saat ini telah bergeser. Persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana masyarakat memperoleh informasi, melainkan bagaimana memastikan informasi yang diterima benar, relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Literasi tidak cukup hanya membaca dan menulis. Kita harus mampu mengenali kebutuhan informasi, melakukan penelusuran, mengevaluasi sumber, serta memanfaatkan informasi secara kritis, etis dan efektif,” ujar Wagub Idah Syahidah.

Berita Terkait:  Tata Arsip Lima OPD, Dinas Arpus Provinsi Gorontalo Terjunkan 13 Petugas

Ia mengungkapkan, berdasarkan data 2025, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Provinsi Gorontalo berada pada angka 59,20. Sementara Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tercatat 10,46.

Menurut Wagub Idah, capaian tersebut harus menjadi pemicu untuk memperkuat gerakan literasi secara lebih serius dan terarah. “Angka-angka ini adalah alarm sekaligus cambuk bagi kita semua untuk terus bekerja keras,” tegasnya.

Berita Terkait:  Penjagub Ismail Tinjau Kesiapan TPS di Kabupaten Gorontalo Utara

Wagub Idah menyebut pustakawan, guru dan pegiat literasi memiliki posisi strategis dalam membangun masyarakat yang cakap informasi. Pustakawan tidak hanya bertugas mengelola koleksi dan layanan perpustakaan, tetapi juga membantu masyarakat menemukan sumber informasi yang kredibel.

Guru berperan membangun kemampuan peserta didik dalam menggunakan informasi untuk proses pembelajaran, sementara pegiat literasi menjadi penggerak di tengah komunitas. Untuk itu, peningkatan kapasitas ketiga unsur tersebut dinilai penting agar pesan literasi tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat.
Berita Terkait:  Pengangkatan Riris Ismail Sebagai Komisaris BSG Disebut Keputusan Kolektif

“Saya berharap setelah mengikuti bimbingan teknis ini, Bapak dan Ibu tidak hanya membawa pulang ilmu dan sertifikat, tetapi juga membawa semangat untuk menjadi penggerak literasi di lingkungan masing-masing,” katanya. Ia menambahkan, literasi informasi juga menjadi salah satu benteng masyarakat menghadapi penyebaran berita palsu.

Kemampuan memeriksa dan mengevaluasi informasi diperlukan agar masyarakat tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.

Berita Terkait:  Last Sunday Run 2024, Dongkrak Pendapatan UMKM Lokal

Menurutnya, penguatan literasi harus dilakukan secara kolaboratif dan menyentuh berbagai lingkungan kehidupan masyarakat, mulai dari perpustakaan, sekolah, keluarga hingga komunitas. “Literasi informasi harus menjadi instrumen untuk membentengi masyarakat dari hoaks sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Arpus Provinsi Gorontalo, Rudi Wahyudin Erfan Daenunu, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membuat akses masyarakat terhadap informasi semakin terbuka.

Berita Terkait:  Salat Idulfitri 1445 Hijriah di Taruna Remaja, Penjagub: Mohon Maaf Lahir Batin

Namun, kemudahan tersebut belum otomatis membuat masyarakat mampu mengolah informasi secara bijak. Di sinilah pentingnya peningkatan kompetensi para penggerak literasi.

“Pustakawan sebagai pengelola sumber informasi, guru sebagai fasilitator pembelajaran berbasis informasi, serta pegiat literasi sebagai agen perubahan dalam memberdayakan masyarakat,” jelas Rudi.

Berita Terkait:  Presentase Perekaman e-KTP di Gorontalo Sudah Diatas 98 persen

Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan tiga materi utama. Materi pertama membahas pengertian, konsep dasar literasi dan kebutuhan informasi yang disampaikan Hans Ruchban.

Materi berikutnya mengenai penelusuran dan sumber-sumber informasi disampaikan Yusron Humonggio. Sedangkan materi analisis-sintesis, evaluasi dan penyajian informasi disampaikan Ade Yul Pascasari Katili.

Berita Terkait:  Terkait Pengadaan Barang dan Jasa, OPD Diminta Lihat Kondisi Masyarakat

Kegiatan berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan Selasa (11/8/2026), sedangkan gelombang kedua dijadwalkan Rabu (12/8/2026). Setiap gelombang diikuti 50 peserta.

Dinas Arpus Provinsi Gorontalo berharap pelatihan tersebut menghasilkan dampak yang lebih luas. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan diterapkan di tempat kerja maupun komunitas masing-masing.

Berita Terkait:  Sebanyak 11 Provinsi Diintervensi Program LAUTRA, Gorontalo Salah Satunya

Dengan begitu, penguatan kapasitas pustakawan, guru dan pegiat literasi diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi informasi yang lebih kuat di Gorontalo, sekaligus mendorong peningkatan TKM dan IPLM pada tahun-tahun mendatang.(Diyanti)