Kab. Bone Bolango

Sudah 16 Puskesmas di Bone Bolango Menerapkan ILP Kesehatan

×

Sudah 16 Puskesmas di Bone Bolango Menerapkan ILP Kesehatan

Share this article
Sudah 16 Puskesmas di Bone Bolango Menerapkan ILP Kesehatan
Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli tengah menghibur seorang balita disela-sela launching ILP tingkat Kabupaten Bone Bolango tahun 2024 bekerja sama dengan PT Astra International tbk di Puskesmas pembantu Desa Tunggulo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, yang dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI, dr. Niken Wastu Palupi, Kamis (19/9/2024). (Foto: Yudi)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dari 19 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Bone Bolango, sudah 16 yang menerapkan integrasi layanan primer (ILP) kesehatan.

Berita Terkait:  Rp 42.500 Perjiwa, Besaran Zakat Fitrah 1445 Hijriah di Bone Bolango

Hal itu terungkap pada kegiatan launching ILP tingkat Kabupaten Bone Bolango tahun 2024 bekerja sama dengan PT Astra International tbk di Puskesmas pembantu Desa Tunggulo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, yang dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Niken Wastu Palupi, Kamis (19/9/2024).

“Sudah ada 16 Puskesmas yang telah melaunching ILP, dari 19 Puskesmas yang ada di Bone Bolango,” ucap Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli ketika memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.

Berita Terkait:  Warga Diajak Makmurkan Masjid

Bagi Merlan Uloli, ILP bidang kesehatan sangat penting. Sebab, menurutnya, ILP merupakan upaya mewujudkan pelayanan bagi masyarakat secara terintegrasi, sehingga cakupan kesehatan layanan primer semakin optimal.

“Alhamdulillah program ini bisa hadir dan mudah-mudahan bisa terus diingat oleh Kementerian Kesehatan yang hari ini turut dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. dr. Niken Wastu Palupi,” kata Bupati Merlan Uloli.

Berita Terkait:  Profil Ismet Mile yang Kembali Pimpin Bone Bolango

Sebelumnya, dr. Niken Wastu mengatakan, Kemenkes sedang melakukan transformasi kesehatan, dimana salah satunya yaitu transformasi layanan primer dengan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat mulai dari puskesmas hingga puskesmas pembantu.

“Dengan adanya integrasi layanan primer ini, kita harapkan bisa menjangkau masyarakat di lapisan bawah yang berkualitas dan komprehensif,” ungkap dr. Niken Wastu Palupi.

Berita Terkait:  Minimalisir Dampak Bencana, Dikbud Bone Bolango Terapkan Pembelajaran dari Rumah

Niken berharap dengan adanya Integrasi Pelayanan Primer (ILP), setiap puskesmas pembantu memiliki dua tenaga kesehatan yaitu bidan dan perawat agar bisa melakukan screening dan edukasi kepada masyarakat.

“Hingga saat ini sudah ada 2.700 puskesmas yang sudah dilaunching integrasi layanan primer dari target kami 4.000 puskesmas ditahun 2024,” ujarnya.(Rls) 

Berita Terkait:  Gebyar Ketupat Mampu Hindarkan Kaum Milenial dari Hal Negatif