Selasa, 25 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Terkait Program PEN, Pemprov Gorontalo Rapat dengan Aparat Hukum

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 14 Januari 2022 | 04:05 AM Tag: , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Wakil Gubernur Idris Rahim dan Sekda Darda Daraba saat duduk bersama dengan aparat hukum untuk membahas pelaksanaan program PEN, yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (13/01/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bertempat di aula rumah jabatannya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Wakil Gubernur H. Idris Rahim, menggelar rapat atau duduk bersama dengan aparat hukum dalam rangka membahas pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kamis (13/01/2022). 

Rapat bersama penegak hukum ini dinilai penting untuk menyatukan persepsi tentang pelaksanaan program PEN. Turut hadir Kepala BPKP Perwakilan Gorontalo Raden Murwantara, Dir Reskrimsus Polda Kombes Pol. Saut Panggabean Sinaga, serta Asdatun Kejati Gorontalo Ali Sunhaji. 

“Dana PEN ini saya minta benar – benar dikawal dari proses perencanaan sampai pelaporannya agar benar – benar tepat sasaran, tepat hasil dan tepat guna,”kata Rusli Habibie saat diwawancarai usai rapat. 

Beberapa hal yang mengemuka dalam rapat tersebut diantaranya syarat – syarat bagi pihak ketiga yang akan mengerjakan proyek PEN. Pihak Pemprov mengusulkan penambahan klausul modal awal 15 persen dari pihak. Saran ini ditanggapi oleh sejumlah peserta rapat. 

“Menyangkut penambahan syarat yakni kontraktor/pengusaha harus punya 15 persen modal dari total anggaran. Ini menurut kami tidak ada aturannya. Rekomendasi kami yakni menyertakan syarat tidak diberikan uang muka saat awal pekerjaan. Ini ada aturannya LKPP Nomor 12 / 2021,” kata Asdatun Kejati Gorontalo Ali Sunhaji. 

Dana PEN Pemprov Gorontalo tahun 2021 terdiri dari tujuh paket pekerjaan. Ada pekerjaan jalan eks jalan Andalas atau John A. Katili senilai Rp 42,7 miliar, jalan Tenilo-Pilolodaa-Iluta segmen I Rp20 miliar, dan kanal banjir Tanggidaa Rp 33,6 miliar. 

Selain hal tersebut di atas, ada juga pekerjaan jalan Taluditi-Wonggarasi Rp33,03 miliar, pembangunan stasiun pompa air banjir untuk genangan air kota Rp16,4 miliar, jasa konsultan MK dan Pembangunan RSUD dr.Hj. Hasri Ainun Habibie senilai Rp 109 miliar serta pengadaan alat kesehatan RSUD dr. Hj. Hasri Ainun Habibie Rp41,4 miliar. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 15 times, 1 visits today)

Komentar