Ternyata Karena Isi Pesan Singkat Ini, Anco Tega Bunuh Istrinya

×

Ternyata Karena Isi Pesan Singkat Ini, Anco Tega Bunuh Istrinya

Share this article
Ilustrasi

Hargo.co.id GORONTALO – Pertikaian pasangan suami istri yang berujung maut, Anco Daud (40) dan Wiwin Inanu (34) ternyata bukan kali pertama. Bahkan sebelum peristiwa tragis, Selasa (16/8), Anco dan Wiwin kerap terlibat cekcok.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, awalnya hubungan rumah tangga Anco dan Wiwin berjalan cukup harmonis. Keduanya membina rumah tangga sekitar pertengahan 2007 silam. Dari pernikahan keduanya telah lahir dua buah hati. Anak pertama telah berusia 7 tahun, sementara anak kedua berusia 4 tahun.

Lambat laun, biduk rumah tangga yang dibangun Anco dan Wiwin dilanda praha. Beberapa tahun terakhir, hubungan harmonis pasutri tersebut mulai berkurang. Tak diketahui persis awal mula pemicu pertikaian Anco dan Wiwin. Namun beredar kabar bila Anco kerap cemburu terhadap istrinya. Apalagi secara fisik, Wiwin memiliki paras cantik. Sehingga Anco kerap naik pitam bila Wiwin keluar rumah tanpa didampinginya. Kendati Wiwin setiap keluar rumah selalu mengenakan jilbab.

“Korban taat sama suaminya. Kalau mau pergi keluar selalu meminta izin suaminya,” kata beberapa kerabat Wiwin saat berbincang dengan Gorontalo Post di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo.
“Kami keluarga sangat terpukul. Sebab, kami tak pernah berpikir akan seperti ini kejadiannya,” sambung mereka meneteskan air mata.

Dari pertikaian kecil lama kelamaan menjadi pertikaian besar. Hingga pada Jumat (12/8), Anco dan Wiwin kembali terlibat pertikaian hebat. Adu mulut keduanya sampai terdengar oleh tetangga di sekitar rumah. Alhasil, orang tua Anco memutuskan untuk melaporkan pertikaian anak dan menantunya ke kepala dusun setempat. Laporan itu kemudian diterukan ke Kepala Desa Tunggulo.

“Malam Sabtu keduanya didamaikan oleh Kepala Desa dan turut disaksikan oleh Kepala Dusun,” ungkap anggota Babinkamtibmas Agung Botutihe. Setelah didamaikan, Wiwin memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya di Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto. Sementara Anco kembali lagi ke rumahnya di Desa Tunggulo, Kecamatan Limboto Barat.

Selanjutnya Senin (15/8), Anco menerima pesan singkat yang ditengarai berasal dari Wiwin. Isinya menyatakan bila keduanya bukan suami istri lagi. Diduga hal itu membuat Anco naik pitam. Setelah menerima pesan singkat tersebut, Anco kemudian menuliskan surat yang isinya “Itu adalah keputusanmu maka keputusanmu itu yang akan membuktikannya,”.

Selanjutnya pada Selasa (16/8) pukul 14.00 wita, Anco datang menjemput Wiwin. Wiwin sempat menolak. Namun khawatir jadi tontonan warga, Wiwin mengikuti Anco pulang ke rumah. Tiba di rumah keduanya kembali cekcok hingga akhirnya terjadi penikaman.(ded/tr-48/hargo)