Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tersisa Lima Nama, Seleksi Sekda Gorontalo Utara Kian Mengerucut

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kab. Gorontalo Utara , pada Minggu, 9 Januari 2022 | 01:05 AM Tag: ,
  Lima kandidat Sekda Gorontalo Utara saat foto bersama bersama dengan Bupati Indra Yasin dan Wakil Ketua DPRD, Roni Imran dan panitia seleksi. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Gorontalo Utara (Gorut) kian mengerucut. Setelah melalui seleksi administrasi, kini tersisa lima nama dari tujuh nama yang memasukan berkas. 

Kelima nama tersebut yakni Suleman Lakoro, Slamet Bakri, Abdul Wahab Paudi, Robin Daud dan Faizal Piu. Sementara dua yang tersisih saat seleksi administrasi, yakni Jost Pomalingo dan Badar Pakaya. Selanjutnya, dari lima nama tersebut akan diseleksi guna diambil tiga nama. 

Senin, 10 Januari 2022 nanti, tiga kandidat dari hasil seleksi terbuka diserahkan kepada PPK, dalam hal ini Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin. Selanjutnya, 1 nama disampaikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). 

Indra Yasin menjelaskan bahwa pengisian jabatan Sekda atau seleksi terbuka pejabat tinggi Pratama Sekda didasarkan pada surat BKN. Dalam surat tersebut, menyatakan untuk segera melakukan pengisian pejabat Sekda definitif agar kegiatan kesekretariatan dapat berjalan dengan lancar. 

“Semoga hasil seleksi hari ini, kita mendapatkan pejabat-pejabat yang terbaik, tapi bisa diingat mereka semua pejabat pejabat yang terbaik. Jadi, kita mencari yang terbaik diantara terbaik,” tegas Indra Yasin.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada panitia seleksi untuk memberikan yang terbaik kepada daerah. Alasannya, nanti sekretaris daerah dapat menjabarkan tugas-tugas kepala daerah baik dari OPD sampai ke tingkat bawah. 

“Dan dalam menterjemahkan itu dia harus bekerjasama dengan pimpinan OPD, dan seluruh Aparatur Sipil Negara,” tuturnya. 

Nantinya sekretaris daerah, lanjut Indra, harus mampu menjembatani, dengan institusi lainnya misalnya DPRD, dan lembaga-lembaga lainnya, sehingga hubungan dengan lembaga-lembaga lain terjadi keharmonisan dan berjalan dengan baik. 

“Tentu seorang sekda harus juga mempunyai inovasi-inovasi, di dalam tugas-tugasnya dan yang terpenting memfasilitasi tugas-tugas kepala daerah, sehingga bisa berjalan baik dan sukses,” tukasnya. 

Memang secara prosedur, dari 5 kandidat, nantinya akan menyisihkan dua kandidat, sehingga menyisakan 3 kandidat. 

“Nah, selanjutnya, 3 nama yang diajukan ke saya, itu yang saya akan dikirim ke Jakarta untuk mendapat persetujuan siapa yang akan menjadi sekretaris daerah. Tapi ingat, divsana hanya memberikan persetujuan untuk ketiganya, tapi siapa yang akan menjadi Sekda maka kepala daerah yang menentukannya,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 128 times, 1 visits today)

Komentar