POHUWATO, hargo.co.id – Organisasi garuda macan putih RI 1 diduga menjadi organisasi yang hanya memeras para anggotanya.
Dipimpin pria berinisial ML alias Max yang keseharianya sebagai seorang security di salah satu perusahaan tambang di Pohuwato itu mulai ramai dibicarakan di Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato.
Bermodalkan berlogo burung garuda dan macan putih serta logo Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu, kini jumlah anggota dari organisasi ini diperkirakan berjumlah 130 orang. Namun untuk bergabung, para anggota harus membayar Rp 500 ribu.
Dengan dana itu, setiap anggota organisasi diiming-imingi akan dilengkapi seragam bahkan senjata api (Senpi), termasuk akan mendapatkan pelatihan selama enam bulan dan akan dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Tidak sampai disitu, selain mendaftar dengan Rp 500 ribu, setiap anggota juga harus membayar Rp 3,1 juta, pungutan ini tidak jelas untuk apa peruntukanya. Hanya saja jika telah resmi terekrut menjadi anggota garuda macan putih, maka akan mendapatkan kartu tanda anggota (KTA) dan gaji Rp 7 juta setiap bulan. Gaji itu berasal dari dana negara dan juga PBB.
Akhirnya, keberadaan organisasi yang tidak tercatat di Kesbangpol Pohuwato ini tercium juga pemerintah kecamatan. Camat Duhiadaa Ibrahim Kiraman mengaku mendapat laporan dari warganya terkait keberadaan organisasi yang terindikasi penipuan itu.
Ia lalu memanggil para pihak, termasuk dari organisasi. BA alias Bachri, salah satu anggota Garuda Macan Putih yang bertugas melakukan perekrutan kepada pemerintah kecamatan dalam pertemuan, Selasa 4/7) malam di Rudis Camat Duhiadaa, menyangkal jika organisasinya ilegal dan hendak melakukan penipuan.

“Ini adalah organisasi negara yang bertugas untuk membela negara. kami tidak bisa sampaikan siapa. Yang pastinya kami adalah organisasi yang jelas,†kata BA alias Bachr.
Camat Duhiadaa Ibrahim Kiraman sendiri mengaku, pihaknya baru mengetahui hal ini dan sama sekali tidak mengetahui bahwa ada organisasi macam itu beroperasi di wilayahnya.
“Menurut kami organisasi ini tidak benar. Oleh karena itu, perkara ini kami serahkan kepada aparat Kepolisian untuk ditindaklanjuti lagi,†ungkapnya.
Sejumlah kejanggalan terdapat pada organisasi ini, misalnya dalam surat tugas yang dikantongi BA alias Bachri untuk melakukan perekrutan, pada kop surat tertulis team task force Garuda Macan Putih RI.1 dengan sisi kanan surat terdapat logo garuda dan sisi kiri ada gambar macan putih. Backround surat nampak logo PBB.
Stampel surat juga mirip cap Bupati maupun Gubernur karena logo garuda berada di tengah.
Polres Pohuwato pun sudah mengusut kasus ini. Kapolres Pohuwato, AKBP Ary Donny Setiawan,SIK,M.Si memastikan, pihaknya akan menyelidiki penggunaan senjata api sebagaimana yang dijanjikan dalam perekrutan anggota organisasi.
“Kami akan mencari tahu, kalau benar organisasi ini ada, maka dimana mereka melaksanakan pendidikan dan juga keberadaan senjata yang akan mereka pergunakan nanti,†pungkasnya. (kif/hargo)
