Hargo.co.id GORONTALO – Lahirnya rekomenedasi dari Tim Pilkada PAN kepada Zainuddin Hasan sebagai Calon Gubernur dari PAN, memunculkan penilaian lain terhadap ketua DPW PAN Gorontalo, Idris Rahim. Muncul anggapan jika Idris Rahim tak mampu membawa gerbong Parpol untuk bergabung dengan Golkar.
Berdasarkan itu, Ketua DPD II Partai Golkar Gorontalo Utara (Gorut), Thomas Mopili, mengatakan, salah satu nilai tambah paket Nyata Karya Rusli Idris (NKRI) jilid dua didorong untuk kembali bersama di Pilgub mendatang adalah kekuatan partai yang dipimpin Idris.
â€Kalau pak Rusli Habibie menggandeng NKRI Jilid II karena pak Idris Rahim sebagai Ketua PAN, maka dengan ditunjuknya Zainuddin hasan sebagai pemegang mandat maju Pilkada oleh DPP PAN, dengan demikian tidak ada nilai tambah yang dibawa Idris Rahim,†ujar Thomas.
Artinya menurut Thomas, ini bukan soal suka atau tidak suka, karena salah satu yang dinilai terhadap Idris adalah kekuatan partai yang dipimpinnya sehingga pada Pilgub Idris membawa gerbong PAN.
Untuk itu menurut Thomas, ini patut jadi pertimbangan RH untuk mengusung NKRI jilid II. â€Saya kira kalau ada tawaran lain yang membawa gerbong partainya seberapa saja besar partainya patut dipertimbangan oleh pak Rusli Habibie.
Katakankan PDIP, yang tadinya masih setengah hati saya kira akan sepenuh hati atau partai lain yang punya peluang untuk bersama di Pilgub mendatang,†pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Pohuwato, Syarif Mbuinga menyatakan, sesungguhnya DPP Golkar sudah mengeluarkan suatu keputusan, bahwa menetapkan pasangan calon, bukan hanya menetapkan calon yakni Rusli Habibie dan Idris Rahim.
Namun kata Syarif Mbuinga, dirinya berpendapat, kalau Idris Rahim masih melabeli dirinya sebagai kader PAN, maka fatsun politik bahwa Idris Rahim harusnya membawa gerbong partai itu sendiri. Tapi kalau telah resmi ada keputusan dimana Zainudin Hasan yang didukung oleh PAN, maka apakah langkah selanjutnya Idris Rahimlah yang dapat menjawabnya.
“Jadi yang bisa menjawab itu adalah pak Idris Rahim dan Golkar tidak bisa main-main dalam hal ini,†ungkapnya. Ditanyakan tentang bagaimana dua figur lain yang disebut-sebut sebagai wakil Rusli Habibie? Syarif Mbuinga spontan bertanya.
“Siapa saja itu,†tanya orang nomor satu di Pohuwato ini. Ketika disampaikan dua figur tersebut adalah Weny Liputo dan Winarni Monoarfa? Syarif Mbuinga dengan guyonannya menyatakan, kenapa bukan dirinya saja yang dampingi Rusli Habibie. “Kenapa bukan saya?,†ungkapnya sembari tertawa.
Bagi Budi Doku, Ketua DPD II Golkar Bone Bolango, sejak awal dirinya telah memberikan dukungan penuh pada pasangan NKRI. “Jadi menurut saja, itu juga sudah menjadi rekomendasi saya dari DPD II, bahwa kita usul Rusli Idris, kita komitmen dengan itu,” tegas Budi Doku
Sebab bukan hanya melihat kualisi partai, Budi melihat pasnagan Rusli-Idris telah terbukti, baik dalam pembangunannya dan kekompakannya.
“Lihat saja selama 5 tahun hubungan mereka harmonis, tidak pernah ada konflik. Ini membuat pembangunan semakkin maksimal. Saya lihat baik pak Rusli maupun pak Idris saling memahami, saling pengertian, komunikasi keduanya juga kuat,” jelasnya.
“Jadi bagi saya, ada atau tanpa partai pendukung lainnya, pasangan NKRI tetap harus kita dukung. Saya yakin masyarakat Gorontalo juga menginginkan itu,” tutupnya.
Lain halnya dengan tanggapan Ketua DPD I partai Golkar Rusli Habibie. Sosok yang satu ini nampaknya menegaskan apa yang menjadi keputusan DPP Golkar yakni pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim. “NKRI (Nyata Karya Rusli-Idris) harga mati,†tegasnya singkat.(idm/kif/nat/hargo)
