Sabtu, 29 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tim Survei Identifikasi Empat Jenis batu di Boalemo 

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Kamis, 23 Desember 2021 | 06:05 AM Tag: ,
  Penemuan Situs Granodiorit di Desa Saripi, Paguyaman, Boalemo. (Foto : Istimewa/ Dokumentasi Tim Survei Kementerian ESDM)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tak disangka di Kabupaten Boalemo memiliki atau menyimpan suatu jenis batu. Berdasarkan laporan yang ada, batu tersebut bahkan merupakan satu-satunya di Provinsi Gorontalo.

Hal itu diungkap oleh Tim Survei Identifikasi Warisan Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), saat berkunjung ke Boalemo, belum lama ini. Adapun kedatangan Tim Survey tersebut, tak lain untuk mengkonfirmasi hasil riset mereka yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Sedikitnya ada 4 titik di Boalemo, yang menjadi lokasi survey.

Tak sia-sia, Tim Survey akhirnya sukses mengidentifikasi, masing-masing Granodiorit Saripi, di Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Puncak Hati-hati di Desa Pontolo, Kecamatan Mananggu, Batugamping Merah di Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta.

Penemuan situs Batu Gabro di Desa Bolihutuo,  Kecamatan Botumoito,  Boalemo, oleh Tim Survey Identifikasi Warisan Geologi, Kelompok Kerja Geosains Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM.  (Foto: Istimewa/ Dokumentasi Tim Survey Kementerian ESDM)
Penemuan situs Batu Gabro di Desa Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, Boalemo, oleh Tim Survey Identifikasi Warisan Geologi, Kelompok Kerja Geosains Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM. (Foto: Istimewa/ Dokumentasi Tim Survey Kementerian ESDM)

Dan yang lebih menariknya lagi, yaitu Batu Gabro Bolihutuo. Sesuai namanya, batu yang diprediksi sudah berumur tua itu, berada di Desa Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, Boalemo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Boalemo, Sherman Moridu, merasa bersyukur atas kedatangan Tim Survey Badan Geologi ESDM di Boalemo. Berkat mereka kata Sherman Moridu, masyarakat dan Pemerintah jadi tahu bahwa di Daerah ini punya Icon berharga.

“Kita Pemda Boalemo tentu sangat berterima kasih atas temuan ini, yang ke depan ini akan memberikan dampak positif. Di antaranya, menjadi objek penelitian, observasi geologi, dan akan jadi dasar pengembangan geopark dan sebagainya,”kata Sherman Moridu.

Ke depan kata Panglima ASN Boalemo itu, temuan batu Gabro tersebut, akan menjadi objek wisata menarik. Apalagi, berdasarkan pemaparan dari Tim Survey sendiri, bahwa batu ini hanya ada satu-satunya di Provinsi Gorontalo.

“Kita dari Pemerintah Daerah, tentu akan melindungi situs tersebut, dengan cara akan ditetapkan dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup), atau pun Peraturan Desa (Perdes). Mengingat ini masih dalam kawasan Desa, nanti kami akan mengeluarkan regulasinya guna melindungi situs tersebut,”ujar Sekda Boalemo.

Menurut mantan Kepala Bappeda Boalemo itu, sebenarnya di Boalemo masih banyak potensi atau icon-icon lainnya yang perlu diungkap. Sehingga, perlu adanya riset yang lebih mendalam lagi, guna menemukannya. Rencananya kata Sherman Moridu, pada 2022 mendatang, riset akan lebih dimaksimalkan lagi. 

Penemuan Situs Geologi Puncak Hati-hati, Desa Pontolo, Mananggu,  Boalemo. (Foto: Istimewa/ Dokumentasi Tim Survei Kementerian ESDM)
Penemuan Situs Geologi Puncak Hati-hati, Desa Pontolo, Mananggu, Boalemo. (Foto: Istimewa/ Dokumentasi Tim Survei Kementerian ESDM)

“Kalau di Mananggu Pontolo itu, berada di Puncak hati-hati, di pinggir jalan. Untuk Bolihutuo, masih ada rumah penduduk di sana, di Desa Saripi juga masih di pinggir jalan, dan yang di Desa Lahumbo, yaitu Batugamping Merah, juga tidak jauh dari pemukiman warga, berada di sekitar SPBU,”jelas Sekda Boalemo.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Boalemo, Srijun Dangkua, mengatakan, temuan situs warisan Geologi tersebut, dapat menjadi acuan dalam penyusunan tata ruang Wilayah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Gorontalo.

Berikutnya kata Srijun Dangkua, 4 situs yang ada di Boalemo ini akan menjadi tempat konservasi geologi, kawasan lindung geologi, menjadi objek penelitian pendidikan, kebumian dan geowisata. 

“Lebih spesifik lagi, pemanfaatannya sebagai kawasan lingung geologi, labolatorium alam ilmu kebumian, kemudian geopark. Seperti yang disampaikan oleh pak Sekda, juga ini akan menjadi destinasi wisata,”kata Srijun Dangkua. 

Khusus untuk batu Gabro tersebut lanjutnya, sebagaimana penjelasan dari Tim Survey ESDM, bahwa batu jenis ini hanya ditemukan pada dasar lautan. Artinya, beberapa ribu tahun lalu kata Srijun Dangkua, bahwa batu di Desa Bolihutuo ini, terangkat ke permukaan.

Penemuan Situs Batugamping Merah di Desa Lahumbo, Tilamuta, Boalemo. (Foto: Istimewa Dokumentasi Tim Survei Kementerian ESDM)
Penemuan Situs Batugamping Merah di Desa Lahumbo, Tilamuta, Boalemo. (Foto: Istimewa Dokumentasi Tim Survei Kementerian ESDM)

“Bisa jadi, di Desa (Bolihutuo) ini, masih lautan dulu. Menurut saya situs ini unik, karena di Provinsi Gorontalo hanya ada di Boalemo, dan yang pastinya sangat berarti untuk kita semua yang ada di Boalemo,”tuturnya.

Menurut Srijun Dangkua, pada 2022 mendatang penting untuk melakukan riset lagi guna menyempurnakan hasil riset yang telah dilakukan oleh Tim dari ESDM. Dengan begitu, akan ditemukan tempat-tempat atau situs bersejarah lainnya.

“Dan itu kita menggunakan akademisi, pariwisata bisa, Bappeda bisa melalui Bidang Litbang, serta lembaga terkait lainnya. Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya riset, semakin banyak pula situs-situs yang akan kita temukan. Dan yang paling penting, kita Pemda Boalemo akan mengamankan terlebih dahulu 4 situs yang telah dirilis tersebut,”kunci Kepala Bappeda Boalemo. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 1.347 times, 1 visits today)

Komentar