Jumat, 28 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tingkatkan Kualitas Peternakan Sapi Perah di Indonesia, Ini yang Dilakukan Cimory 

Oleh Admin Hargo , dalam Ekonomi , pada Jumat, 17 Desember 2021 | 08:05 AM Tag: ,
  Presiden Komisaris PT. Cisarua Mountain Dairy Tbk, Bambang Sutantio selaku (tengah kanan) saat memberikan sambutan pada pembukaan Program 1.000 Srikandi Peternak Indonesia di Cimory Riverside, Bogor pada Selasa (14/12/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, JAKARTA – Pemberdayaan perempuan menjadi hal yang perlu dilakukan agar perempuan dapat berkontribusi secara maksimal untuk meningkatkan ekonomi keluarga, desa maupun negara. Perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan serta upaya pemulihan ekonomi melalui berbagai sektor, salah satunya di sektor pertanian ataupun peternakan.

Menyadari hal tersebut, PT. Cisarua Mountain Dairy Tbk melalui produknya Cimory bersama The Asian Development Bank (ADB) dan salah satu konsultan di Australia yakni Chamberlain Veterinary Services (CVS) bersinergi menghadirkan program Pemberdayaan Masyarakat (Community Development) melalui Pelatihan bagi Peternak Wanita di Indonesia.

Melalui pemberdayaan perempuan dalam peternakan sapi perah, Cimory percaya para peternak perempuan mempunyai potensi yang besar dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas susu di Indonesia. Apalagi, Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan gender serta peningkatan kualitas dan kapabilitas perempuan termasuk para peternak perempuan di Indonesia. 

Dalam Program tersebut, Cimory mengajak 1.000 peternak wanita di wilayah Jawa Barat untuk mengulik secara mendalam model bisnis peternakan sapi perah melalui praktik manajemen terbaik yang disertai dengan literasi keuangan dan pemanfaatan internet sejalan dengan perkembangan era digitalisasi saat ini.

Program ini diresmikan dalam acara pembukaan yang bertajuk “Program 1.000 Srikandi Peternak Indonesia” di Cimory Riverside, Bogor pada 14 Desember 2021 Kemarin. Presiden Komisaris PT. Cisarua Mountain Dairy Tbk, Bambang Sutantio turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, hadir juga para representatif pengurus beberapa koperasi peternakan sapi perah yang berada dibawah binaan Cimory, KUD Giri Tani, KPS Cianjur Utara, KUD Gemah Ripah, KPSP Saluyu, KTT Kurnia Rahayu, KUD Bayongbong.

“Melalui program ini, para peternak wanita akan mengikuti seri pelatihan selama 3 hari untuk belajar tentang Good Dairy Farming Practices (GDFP) yang meliputi Manajemen Pakan, Periode Laktasi, Manajemen Pedet, Kesehatan Ternak, Reproduksi Ternak dan Kualitas Susu,” kata Bambang Sutantio.

“Lebih dari itu, mereka juga akan mendapatkan tambahan pemahaman terkait Literasi Keuangan, Kewirausahaan serta Literasi Digital yang pastinya akan sangat berguna bagi mereka untuk meningkatkan usaha ternak sapi perah” katanya menambahkan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dibagi dalam 40 kelas dan diselenggarakan di enam lokasi yakni di Cisarua, Cianjur, Sukabumi, Kuningan, Lembang dan Garut. Kegiatan ini akan berlangsung selama 16 bulan dan telah dimulai sejak November 2021 dan akan berakhir pada Desember 2022. Peserta yang dapat mengikuti pelatihan ini diantaranya peternak wanita, istri ataupun anak perempuan dari seorang peternak.

“Hal ini sekaligus menjadi bentuk implementasi Cimory yang turut mendukung kiprah wanita Indonesia dalam mengambil peran sentral termasuk dalam memajukan budaya, kesehatan, pendidikan serta perekonomian di Indonesia,” kata Bambang Sutantio.

Bunyamin, Ketua KUD Giri Tani mengatakan, target peningkatan konsumsi susu perlu dibarengi dengan peningkatan produksi susu segar dalam negeri (SSDN). Karena itu, dibutuhkan pemahaman bagi para peternak untuk menghasilkan susu dan produk susu yang berkualitas tinggi agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap produk tersebut dan merasakan manfaatnya bagi kesehatan mereka. 

“Selaras dengan hal tersebut, para peternak juga perlu ditingkatkan pengetahuannya terkait literasi digital agar mampu mengakses website, aplikasi, dan video untuk menambah pengetahuan dari berbagai sumber informasi yang lebih luas terkait perkembangan bisnis susu terkini serta membuka peluang jaringan bisnis baru di bidang susu,” kata Bunyamin.

Vyta Wahyu Hanifah selaku National Dairy Extension Expert representatif dari CVS menambahkan, Wanita memegang peranan penting dalam membangun perekonomian di pedesaan, namun sayangnya saat ini keterlibatan wanita masih belum teroptimalkan dengan baik.

Pelaksanaan program ini, kata Vyta Wahyu Hanifah, diharapkan dapat membuka potensi-potensi peningkatan kapasitas dan kapabilitas diri peternak perempuan untuk bisa berkontribusi lebih besar dalam memajukan industri susu di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan perekonomian desa. 

Trainer dan Fasilitator itu juga mengatakan, dengan adanya program pelatihan ini, Para peternak wanita itu diharapkan dapat terus berperan aktif melalui peningkatan keterampilan dan keuntungan usaha ternak di Indonesia khususnya di Jawa Barat. 

“Bukan hanya terkait kualitas ternak sapi dan susu yang dihasilkan, tetapi juga kemampuan dalam mengatur jejak lingkungan peternakan melalui pengelolaan limbah yang efektif agar masyarakat memiliki keyakinan bahwa industri susu peduli terhadap kesehatan lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien,” kata Vyta Wahyu Hanifah.(***)

 

Rilis: Cimory 

(Visited 42 times, 1 visits today)

Komentar