Hargo.co.id, GORONTALO – Menurunnya Dana Alokasi Umum (DAU) di 2023 membuat DPRD Kabupaten Gorontalo meminta pada pemerintah daerah, utamanya dinas pendapatan untuk lebih tegas. Hal ini terungkap dari rapat sinkronisasi Komisi ll dengan Dinas Pendapatan dan Aset Daerah, di Ruang Dulohupa, Kamis (27/10/2022).
Ketua Komisi ll, Ali Polapa mengatakan, meskipun Dinas Pendapatan dan Aset Daerah baru saja terbentuk tetapi kinerja mereka dalam pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) sudah bisa dikatakan maksimal.
“Ini patut diapresiasi, seperti yang diungkapkan oleh Kabannya, jika diibaratkan bayi yang baru duduk meskipun tulang belakang belum kuat tetapi sudah harus dipaksa berlari,” ungkap Ali.
Ali mengatakan, meskipun saat ini upaya Dinas Pendapatan dan Aset Daerah dalam mengumpulkan PAD sudah diupayakan semaksimal mungkin, namun diharapkan juga pemerintah harus tegas untuk pencapaian PAD, seperti di pemerintahan sebelum-sebelumnya.
“Buat seperti kami dulu kepada desa yang tiap dua minggu dievaluasi oleh camat hingga bupati dan jika tidak mencapai target perbulannya disuruh berdiri saat rapat agar semua tahu, siapa-siapa Kades yang belum capai target PAD,” tegas Ali.
Dikatakan Ali, saat ini desa pun sudah ada anggaran desa dan kepala desa pun tak seperti kepala desa zaman dahulu. Saat ini Kadesnya bergengsi banyak yang berebut jadi Kades, tetapi sayangnya juga banyak yang menyalahkan jabatan dan tak sedikit Kades yang bermasalah hukum dan berujung korupsi.
“Saat ini banyak Kades yang mampu membeli mobil tetapi tak mampu melunasi PBB, padahal di janji kampanye mereka siap menanggung PBB desa, tetapi buktinya saat terpilih tidak demikian,” tuturnya.
Aleg tiga periode ini lanjut mengatakan, saat ini juga banyak yang bisa dijadikan PAD, termasuk sarang burung walet, seperti diketahui pendapatan dari burung walet pun sangat menjanjikan, bisa dibayangkan pekerja yang hanya menjaga dan membersihkan tempat burung walet saja saat ini sudah mampu membeli motor dan mobil apalagi pemilik sarang burung walet itu sendiri.
“Kami berharap tinggal bagaimana dinas untuk pandai mencarikan sumber-sumber PAD agar peningkatan PAD kita di tahun 2023 mendatang, sejumlah potensi PAD harus dimaksimalkan,” harap Ali. (***)
Penulis: Deice Pomalingo
